PadangPanjang.Sinyalnews.com.Menjelang waktu berbuka, halaman dan ruang dalam rumah dinas Ketua DPRD Kota Padang Panjang di kawasan Balai-Balai, Minggu (15/3/2026), perlahan dipenuhi warga. Anak-anak yatim duduk bersila bersama masyarakat, menunggu adzan magrib yang sebentar lagi berkumandang. Aroma hidangan sederhana bercampur dengan percakapan hangat yang terasa akrab, seolah rumah itu bukan lagi milik pejabat, tetapi rumah bersama.
Di tengah keramaian itu, Ketua DPRD Padang Panjang, Imbral, SE, tampak berkeliling menyapa satu per satu tamu yang hadir. Ia menyalami warga, menepuk bahu anak-anak yatim dengan senyum yang hangat. Tak ada sekat formalitas, yang terasa hanya kedekatan.

“Rumah ini bukan hanya rumah jabatan. Di bulan Ramadan, rumah ini harus menjadi rumah bagi masyarakat,” ujar Imbral dengan nada sederhana.
Sore itu, kegiatan buka puasa bersama tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Seorang ustaz turut dihadirkan untuk memberikan tausiyah, mengingatkan kembali makna Ramadan sebagai bulan berbagi, bulan memperbaiki diri, sekaligus bulan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, sang ustaz mengingatkan bahwa menyantuni anak yatim dan berbagi rezeki bukan hanya amal sosial, tetapi juga panggilan hati bagi siapa pun yang diberi amanah dan kelebihan.
“Pemimpin yang dekat dengan anak yatim dan masyarakat kecil adalah pemimpin yang memahami makna amanah,” ujar sang ustaz di hadapan para undangan.

Bagi Imbral, kegiatan ini adalah cara sederhana untuk merawat kedekatan dengan masyarakat. Ia menyebut, jabatan sebagai wakil rakyat seharusnya tidak menciptakan jarak, tetapi justru menjadi jalan untuk lebih peduli terhadap kehidupan warga.
“Anggota DPRD harus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya saat rapat atau sidang, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Ramadan ini menjadi momentum untuk berbagi dan mendengar langsung suara masyarakat,” katanya.
Di antara para undangan, sejumlah anak yatim terlihat tersenyum bahagia. Bagi mereka, bukan hanya hidangan berbuka yang terasa istimewa, tetapi juga perhatian yang diberikan.

Seorang warga yang hadir mengaku terharu melihat suasana tersebut. “Jarang kami merasakan suasana seperti ini. Anak-anak yatim diundang, masyarakat duduk bersama. Rasanya hangat, seperti keluarga besar,” katanya.
Saat adzan magrib akhirnya berkumandang, ratusan tangan terangkat memanjatkan doa. Dalam keheningan sejenak itu, terasa bahwa kebersamaan sederhana di rumah dinas tersebut menghadirkan makna Ramadan yang sesungguhnya: berbagi, merangkul, dan menghadirkan harapan.

Di malam yang mulai turun di Kota Padang Panjang, rumah dinas itu menjadi saksi bahwa kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan dengan kata-kata besar, tetapi melalui pintu yang dibuka lebar bagi masyarakatnya.(paulhendri














