Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / POLITIK / SUMBAR

Tuesday, 23 December 2025 - 21:08 WIB

Saat Lumpur Belum Kering, Erick Hamdani Datang Membajak Harapan Petani Tanah Datar

Screenshot

Screenshot

PadangPanjang.Sinyalnews.cim-Bencana belum sepenuhnya reda. Sawah-sawah di Tanah Datar masih menyimpan luka,tanah teraduk lumpur, irigasi tersendat, dan petani memandang musim tanam dengan rasa cemas. Ketika banyak pihak berhenti pada empati lisan, harapan justru datang dalam bentuk yang paling dibutuhkan: alat untuk kembali bekerja.

Erick Hamdani Dt.Ambasa Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Barat, memilih hadir tidak dengan pidato, tetapi dengan tindakan. Di tengah fase pemulihan pascabencana, ia turun langsung ke sawah dan menyerahkan lima unit mesin bajak sawah,alat penentu bagi petani apakah lahan bisa kembali ditanami atau ditinggalkan.

Bantuan tersebut disalurkan ke empat nagari terdampak dan sentra pertanian: Nagari Rambatan (1 unit), Nagari Cubadak (1 unit), Nagari Limo Kaum (1 unit), serta Nagari Unggan, Kecamatan Sumpur Kudus (2 unit). Di mata petani, mesin-mesin itu bukan sekadar besi, melainkan tanda bahwa mereka tidak ditinggalkan setelah hiruk-pikuk bencana mereda.

Baca Juga :  Kader Partai PAN Siap Maju Calon Bupati Pessel 2024 - 2029, Dukungan Tokoh Politik Terus Mengalir untuk Okferiadi Rasyid

“Kalau sawah bisa dibajak, hidup bisa berjalan lagi,” ujar seorang petani lirih. Kalimat sederhana itu merangkum makna empati yang sesungguhnya, keberpihakan yang nyata, bukan kasihan sesaat.

Langkah Erick Hamdani mendapat sorotan dari kalangan jurnalis dan pemerhati kebijakan daerah. Dodoy, jurnalis senior sekaligus pemerhati politik Kabupaten Tanah Datar, menilai bantuan tersebut sebagai contoh empati politik yang langka dalam masa pemulihan.

“Banyak pejabat datang saat bencana, tapi sedikit yang kembali membawa solusi ketika lumpur sudah mengering. Mesin bajak ini bukan pencitraan, melainkan alat produksi. Ini keberpihakan yang konkret kepada petani,” tegas Dodoy.

Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup dengan bantuan konsumtif dan seremoni. Petani membutuhkan alat, kecepatan, dan kepastian agar musim tanam tidak hilang dan krisis pangan tidak menjadi bencana lanjutan.

Baca Juga :  Upacara HAB Meriah Dan Mempesona , Kementerian Agama Canangkan Tagline Kerukunan Umat Untuk Indonesia Hebat

Sebagai mitra sektor pertanian, Erick Hamdani memahami bahwa ketahanan pangan dimulai dari sawah yang kembali diolah. Mesin bajak mempercepat kerja, menekan biaya produksi, dan memberi ruang bagi petani untuk bangkit lebih cepat di tengah keterbatasan.

Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, langkah ini menjadi pengingat bahwa empati sejati hadir justru ketika sorotan mulai redup. Dari sawah yang berlumpur, harapan kembali dibajak,oleh kepedulian, oleh keberanian berpihak, dan oleh keyakinan bahwa petani adalah fondasi ketahanan daerah.

Karena bagi petani Tanah Datar, bangkit bukan soal janji. Bangkit adalah ketika roda mesin kembali berputar, tanah terbelah, dan benih harapan ditanam sekali lagi.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Keterlibatan Perwira TNI Dalam Evaluasi Operasional Rumah Sakit UNIFIL

BERITA

Pemilik Gudang Wajib Miliki Tanda Daftar Gudang

BERITA

Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan Nominasi TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera di Sela Rakor TPID Sumbar 2023

ARTIKEL

Menag RI, Serahkan Piagam Penghargaan Kepada Wakil Walikota Padang

ARTIKEL

Terapkan Pola Hidup Rapih, Satgas Yonif 715/Mtl Berikan Layanan Potong Rambut Gratis dan Gunting Kuku kepada Masyarakat Puncak Jaya

ARTIKEL

Irkoopsud II Hadiri Taklimat Awal Audit Kinerja dan Audit Ketaatan Itjen TNI Periode TA 2025 Secara Vicon di Makassar

BERITA

Menuju Satu Abad Perti : Syekh Sulaiman Ar-Rasuli Inyiak Canduang di Usulkan Menjadi Pahlawan Nasional 

BERITA

Pembangunan Gedung IGD dan Radiologi Baru RSUD Sawahlunto Dikebut