Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / POLITIK / SUMBAR

Sunday, 7 December 2025 - 22:22 WIB

Ketika Pos Rakyat Padam, Pos Istri Pejabat Menyala Terang”

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Polemik penyusunan APBD Padang Panjang 2026 memasuki babak baru setelah anggota Banggar DPRD mempertanyakan hilangnya sejumlah pos anggaran rakyat yang sebelumnya telah disepakati dan diketok palu dalam KUA–PPAS, namun tiba-tiba kosong alias nol dalam draf terbaru RAPBD.

Pos-pos yang menghilang itu antara lain bantuan UMKM, Bedah rumah ,anggaran porkir, serta penyesuaian gaji PPPK. Padahal semua pos tersebut telah masuk dalam daftar prioritas yang diputuskan bersama antara Pemkot dan DPRD pada tahap KUA-PPAS.

Namun yang mengejutkan, di saat pos untuk masyarakat hilang, dua pos lain justru mengalami kenaikan anggaran, yaitu PKK dan Dekranasda, dua organisasi yang dikenal banyak dihuni istri pejabat. Kenaikan ini menjadi sorotan karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip efisiensi dan tidak membawa dampak signifikan pada kesejahteraan ekonomi warga.

Baca Juga :  Tolak Kenaikan Tarif Listrik & Tuntut Kembalikan PLN Batam ke PLN Persero, ABM Akan Segera Demo

Anggota Banggar DPRD yang ketuanya langsung ketua DPRD langsung mempertanyakan perubahan drastis itu. Mereka meminta Pemkot mengembalikan seluruh pos sesuai kesepakatan KUA–PPAS yang telah diketok palu, bukan mengubah seenaknya saat masuk tahap RAPBD.

Pakar hukum dan tata kelola pemerintahan, A. Gindo Sinaro, menilai langkah menghilangkan pos yang telah disepakati sebagai tindakan yang berpotensi menabrak asas transparansi dan akuntabilitas.

“Apa yang sudah disepakati dalam KUA–PPAS adalah kontrak politik dan administrasi. Jika pos rakyat yang sudah diputuskan bersama hilang tiba-tiba, itu bukan sekadar maladministrasi, tapi berpotensi mencederai kemufakatan anggaran,” ujarnya.

Tokoh adat dan masyarakat, Datuk Rajo Malano, juga menilai janggal kenaikan pos PKK dan Dekranasda di tengah pemangkasan untuk rakyat. “Rakyat menunggu bantuan, tapi yang dinaikkan justru organisasi seremonial. Ini membuat masyarakat bertanya: anggaran ini untuk siapa sebenarnya?”tegasnya.

Baca Juga :  Seorang Tahanan Kabur Dari Rutan Polsek Lubuk Begalung

Dengan pembahasan yang makin tersendat, potensi APBD 2026 ditetapkan lewat Perwako kian terbuka. Sementara DPRD tetap menuntut agar Pemkot mengembalikan seluruh pos sesuai kesepakatan awal sebelum anggaran disahkan.

Publik kini hanya bisa menunggu,apakah suara rakyat akan dipulihkan, atau justru tenggelam dalam draf anggaran yang berubah di tengah jalan? Apakah lobi -lobi Sekda pada setiap anggota DPRD Padang Panjang akan berhasil,dan Akhirnya tanpa anggaran yang tak berpihak pada masyarakat APBD Tetap disetujui ?(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Gunakan Hak Lintas Transit, Kapal Induk AS USS Nimitz Lintasi Selat Malaka

ARTIKEL

Satgas Pamtas Mobile Yonif 323 KOSTRAD, Bakar Batu Bersama Warga Teogi

BERITA

Dampingi JK dalam Peletakan Batu Pertama Gedung Baru RSI Ibnu Sina Padang Panjang, Gubernur Mahyeldi : Yarsi Memadukan Pengobatan Medis dan Spiritual

BERITA

H. Edy Oktafiandi: Ingatkan ASN Kemenag Kota Padang Agar Selalu Taat Aturan

BERITA

SLB Etnik Kreatif Nusantara Gelar Kegiatan P5 Dengan Tema Kewirausahaan  

ARTIKEL

Kadis Pendidikan Sumbar Buka Latihan Dasar Kepemimpinan SMKN 9 

BERITA

Eks Kalaksa BPBD Sumbar Baralek Gadang, Erman Rahman: Terima Kasih untuk Tamu Undangan 

BERITA

FIK UNP gelar Dekan FIK UNP Tennis CUP I 2024 Prof.Dr. Nurul ihsan sampaikan ini perdana jadikan program tahunan nantinya.