JAKARTA, SINYALNEWS.COM – Masyarakat dunia banyak yang menyaksikan video kelompok Perlawanan Palestina vs Israel dan terutama vs Tank Mercava memiliki banyak kelebihan untuk menghadapi serangan dari Granat peluncur krn ada beberapa tahap proteksi untuk peluncur Granat bisa mengenai sasaran dan itulah sehingga diperlukan 6 operator di dalamnya dan Mercava memiliki vitur desain khusus Tanki Bahan bakar sbg proteksi.
Strategi perang “Jarak Nol” yang digunakan oleh Perlawanan Palestina dalam menghadapi Tank Mercava Israel selama Perang Gaza. Berita tersebut menyoroti keberanian dan komitmen perlawanan Palestina dalam melawan serangan tank dengan meletakkan granat di atas tank lawan, yang mencerminkan keyakinan mereka pada perlindungan ilahi yang diyakini akan membawa bangsanya menuju keberhasilan dan kemenangan, bukan tindakan bunuh diri yang dianggap konyol. 
Kendati demikian perjuangan rakyat Palestina menuai pro dan kontra, Media yg kontra dengan hamas sering memberitaan negatif atas perjuangan Palestina, bahkan menganggap hamas merupakan gerombolan teroris. Apakah hamas teroris ini berikut kilas balik wawancara dengan Ghassan Kanafani, seorang aktifis, pejuang dan sastrawan palestina yg dibunuh IDF dengan cara pengecut.
Seorang wartawan bertanya, “Bagaimana jika tidak ada hamas?”
Ghassan kanafani menjawab “Katakanlah hamas terosis, biang kerok, dsb. Lalu apa yg terjadi jika tidak ada hamas dan tidak ada hizbullah? Z1onis akan tetap membunuh orang-orang dan memperluas wilayahnya”.
Ungkapan tersebut terbukti dikemudian hari, hingga kini sebagian besar kebijakan pemerintah Israel tetap tidak berubah, dengan terus berlanjutnya perluasan pemukiman dan penghinaan terhadap warga Palestina, termasuk perwakilan Otoritas Palestina. Setelah kematian Yasser Arafat pada November 2004, Mahmoud Abbas menggantikannya sebagai pemimpin di PLO dan PA. Meskipun disebut “orang damai,” kebijakan pemerintah Israel tetap perluasan pemukiman. Pada tahun 2006, Mahmoud Abbas memasukkan Hamas untuk mengamankan legitimasi pemilu. Namun, setelah Hamas menang, Israel, AS, dan UE menolak integrasi mereka ke dalam Otoritas Palestina, memicu konflik antara Fatah dan Hamas. Akibatnya, Hamas menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007, sementara Fatah membentuk pemerintahan di Tepi Barat. Blokade Israel terhadap Gaza memicu kembali sikap perlawanan Hamas terhadap negosiasi perdamaian.
Di lain sisi, Anggota OKI mngadakan pertemuan darurat di Riyadh 11/11/ 2023, pada tertemuan tersebut tampak sebagian negara Anggota OKI masih ada yang trauma perang melawan Israel, dan cenderung menyalahkan perjuangan rakyat palestina, sehingga memberi tanggapan senada dengan yang ungkap komandan IDF, yang memberi kesan bahwa panglima lapangan hamas menyesal dan takut dengan serangan tentara IDF, serta menyalahkan pemimpin hamas yg dianggap menumbalkan bangsa palestina.
Hasil pertemuan tersebut sebagaian besar utusan negara OKI mengutuk Israel, dan hanya ada beberapa negara Oki yg konsisten membela perjuangan, seperti Suriah, Yaman, Qatar, Iran, dan Hizbullah Libanon, sedangkan Indonesia menekankan sisi genjatan senjata untuk jeda kemanusiaan, Presiden Jokowi sampaikan 4 usulan di KTT Luar Biasa OKI: 1) Gencatan senjata segera, tolak self-defense Israel, ini collective punishment. 2) Bantuan kemanusiaan dipercepat, usulkan mekanisme lebih predictable dan sustainable. 3) Tuntut pertanggungjawaban Israel atas kekejaman kemanusiaan. 4) Desak perundingan damai dan tolak one state solution.













