Home / BERITA / INTERNASIONAL / PERISTIWA / TINDASAN PENA

Saturday, 11 November 2023 - 07:43 WIB

Monyet Kudisan yang Mengusir Penolongnya

Oleh : Mohammad Fauzil Adhim

PADANG, SINYALNEWS.COM – Dahulu monyet2 kudisan tanpa alas kaki dan tanpa baju ini datang dalam keadaan terusir. Tidak ada satu pun negeri di Eropa mau menerima kehadiran mereka. Satu-satunya negeri yang mau menerima mereka adalah Palestina dan menyambut hangat kehadiran mereka. Muslimin Palestina memperlakukan mereka layaknya manusia. Bukan sebagai monyet kudisan.

Muslimin Palestina membuka pintu-pintu rumah mereka untuk orang-orang Yahudi yang Hitler menyebutnya sebagai “race-tuberculosis of the peoples”; ras yang menjadi sumber penyakit bagi ummat manusia. Ketika itu tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang sangat membahayakan manusia. Maka untuk itu Hitler memusnahkan dari negerinya, tetapi ia menyisakan sebagian agar kelak dunia mengerti mengapa ia membinasakan mereka. Kata Hitler, “I would have killed all the Jews of the world, but I kept some to show the world why I killed them. (Aku akan membunuh seluruh orang Yahudi di muka bumi, tetapi aku menyisakan sebagian untuk menunjukkan pada dunia mengapa aku membunuh mereka).”

Muslimin Palestina memperlakukan mereka dengan baik karena begitulah seharusnya akhlak seorang mukmin. Mereka menolong dengan tulus, meskipun tak seagama. Akan tetapi, ternyata kelak mereka benar-benar menjadi penyakit bagi ummat manusia. Bukan saja tidak berterima-kasih. Bahkan mereka berbalik menganiaya dan mengusir orang-orang yang menolongnya, lalu memutar-balikkan fakta di media massa dan buku-buku mereka. Hal yang sama mereka perbuat dalam beberapa cabang ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  Luncurkan Progran Inovatif “BUAT KESAN MANIS” Kemenag Kota Padang Terima Piagam Penghargaan dari Walikota Padang  

Kelak makhluk terusir yang sebagian di antara leluhurnya dulu ada yang dilaknat menjadi monyet hina itu bertingkah dengan cara sangat menjijikkan. Mereka yang datang berangsur ke Palestina dalam keadaan sebagai pengungsi yang sangat memerlukan pertolongan, di tahun 1940, 1947 dan masa lainnya, tetapi begitu mereka merasa agak kuat, tahun 1948 memproklamasikan berdirinya negara Israel, mengklaim tanah yang bahkan setahun sebelumnya mereka ditampung di sana dalam keadaan hina dan dekil, kemudian mengusir dan memerangi para pemilik tanah yang dahulu menolong mereka setulus hati penuh kehangatan.

Berkenaan dengan laknat terhadap sebagian leluhur mereka, para mufassir menerangkan bahwa mereka dikutuk menjadi monyet dalam keadaan terusir dan hina disebabkan mereka hendak menipu Allah ‘Azza wa Jalla dengan kedurhakaan yang besar, tetapi mereka seolah berbuat ketaatan. Sebuah pelajaran bahwa jika kepada Allah Ta’ala saja mereka ringan berdusta dan berusaha melakukan tipu daya, apatah terhadap manusia. Hingga hari ini, tak terhitung kedustaan yang mereka bangun dalam berbagai cabang urusan kehidupan, termasuk dalam ilmu pengetahuan.

Allah Ta’ala berfirman tentang mereka:

Baca Juga :  Hermanto: Pemilu dan Pilkada Implementasi dari Pancasila

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعْتَدَوْا۟ مِنكُمْ فِى ٱلسَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. (QS. Al-Baqarah, 2: 65).

Lalu, apakah kita memerlukan Hitler untuk mengusir mereka? Tidak. Kita tidak memerlukan Hitler untuk menolong kita. Kelak mereka akan diburu disebabkan kezaliman dan kebiadan mereka, hingga mereka bersembunyi penuh ketakutan di tempat manapun mereka dapat bersembunyi, tetapi setiap tempat yang menjadi persembunyian mereka itu akan bicara menunjukkan bahwa mereka sedang bersembunyi di situ. Maka tak ada tempat yang aman untuk bersembunyi, kecuali pohon gharqad (الْغَرْقَد) alias Lycium. Itu pun mereka bersembunyi dalam kondisi tidak aman. Penuh ketakutan.

Di saat itulah mereka akan berusaha lari dalam keadaan yang lebih menakutkan karena bumi manapun tempat mereka lari, tak menerima mereka.

Kita tak memerlukan Hitler karena bahkan dalam perang pun Islam menerapkan adab dan akhlak yang sangat tinggi. Ada aturan sangat jelas dalam agama kita ini yang Hitler dan sejenisnya tidak akan sanggup memenuhinya, kecuali bagi orang-orang yang imannya kokoh kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

( Mat Afriandi)

Share :

Baca Juga

BERITA

Walikota dan Forkopimda Lakukan Safari Tarawih

BERITA

Kunjungi Kejari Bondowoso, Dr Barita: Hindari Perilaku Korup dan Jaga Netralitas!

ARTIKEL

Guswardi : DPP Kota Padang Berikan Bantuan Kepada Kelompok Pembudidaya Ikan  

ARTIKEL

Panglima TNI Hadiri Acara Pembukaan Kongres Hikmabudhi ke-XII  Tahun  2024

BERITA

Kapolda Jateng Tinjau Lokasi Banjir di Kaligawe Hingga Marina Kota Semarang* *Tinjau Tiga Lokasi Banjir Kota Semarang, Kapolda Jateng : Air Mulai Surut, Kendaraan Ukuran Sedang Bisa Lewat*

BERITA

Warga Berharap ISMAIL NOVENDRA SH Praksi PKB NO urut 7 Bisa Mewakili Masyarakat Ditingkat DPRD provinsi Sumbar dapil 1 kota Padang 

ARTIKEL

Panglima TNI Hadiri Pengarahan Presiden RI Pada Penutupan Retret Kepala Daerah 2025

BERITA

PKM UNP Laksanakan Pelatihan dan Pengembangan Klub Petanque se-Kota Padang