PADANG PANJANG, SINYALNEWS.COM – “Sakali mambukak puro duo tigo hutang tabayia” pepatah Minang ini cocok di sandingkan pada mantan Wapres Jusuf Kalla dan Istri,serta rombongan yang melakukan kunjungan perjalanannya ke Kota Padang Panjang dalam berbagai agenda dalam satu sehari selesai.
Dalam kunjungan sehari Mantan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Dr. (HC) Drs. H. Muhammad Jusuf kalla itu ,agenda pertama adalah peletakkan batu pertama Pembangunan Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Padang Panjang, Sabtu (4/11).
Bertempat di kawasan Parkir RS Ibnu Sina yang akan dijadikan lokasi pembangunan, Jusuf Kalla meletakkan batu pertama bersama Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, Ketua TP-PKK Sumbar, Harneli Bahar Mahyeldi, Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, Ketua DPRD Padang Panjang, Mardiansyah, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, ketua Pembina Ibnu Sina dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan rumah sakit saat ini berkembang dengan sangat luar biasa. Dengan banyaknya investasi membuat rumah sakit menjadi cepat berkembang dan memberikan pelayanan yang baik. Seperti RS Ibnu SIna yang mengembangkan pelayanan kesehatan dengan dasar keagamaan sosial.
Ada tiga hal penting yang harus menjadi prinsip sebuah rumah sakit. Pertama kemampuan medis, tanpa dokter yang hebat tidak akan berkembang. Kedua teknologi, setiap lima tahun teknologi ini berkembang 100 persen, fasilitas harus dibenahi sesuai dengan teknologi yang berkembang. Dan terakhir yaitu hospitality, yaitu pelayanan yang baik. Sekarang pegawai tidak senyum saja pasti banyak yang pindah rumah sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Mahyeldi juga berterima kasih dan menyambut baik kepada RS Ibnu SIna yang telah berkontribusi guna meningkatkan pelayanan kesehatan dan juga menghadirkan tenaga-tenaga kesehatan di Sumbar. Sehingga untuk tingkat pelayanan kesehatan di Sumbar untuk saat ini berada di posisi yang cukup baik.
“RS Ibnu Sina memang memberikan pelayanan yang berbeda dengan rumah sakit lainnya. Yaitu begitu mendekatkan semangat yang ada di masyarakat Sumbar dengan pelayanannya yaitu pendekatan religius, spiritual. Sehingga yang namanya obat itu bukan hanya diakukan secara medis, namun juga melalui pendekatan spiritual, kegamaan. Dan itu dilakukan oleh RS Ibnu Sina,” ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut juga diserahkan dana wakaf tahap 1 dari Lembaga Wakaf Yarsi Sumbar kepada Pengurus Yarsi Sumbar sebanyak Rp1.099.120.027.
Setelah usai di RS Ibnu Sina (Yarsi) itu. Rombongan Mantan Wakil Presiden (Wapres), Dr. (HC) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla itu memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padan Panjang, di Gedung Hoerijah Adam,
Kuliah umum tersebut bertemakan “Elaborasi Visi ISI dalam Menghasilkan Ilmuwan dan Entrepreneur Berbasis Seni Budaya”.
Pada paparannya, Jusuf Kalla mengatakan kepada ratusan mahasiswa yang hadir memenuhi gedung pertunjukan tersebut, untuk mempunyai seni yang memiliki nilai tambah dan nilai pasar yang tinggi. Agar di samping menciptakan seni, juga menciptakan entrepreneur seni yang lahir di kampus seni satu-satunya di Sumatera ini.
“Semua posisi harus memiliki seni. Seperti saya menjadi Wapres dulu juga butuh seni, tidak hanya dengan bersorak-sorak saja. Begitu juga dengan rumah tangga saya, mendapatkan istri yang sangat mencintai seni. Ia mencintai seni, saya mencintainya yang cinta seni. Tanpa seni kehidupan akan hambar,” ujarnya.
Ia juga berharap kepada dosen-dosen ISI untuk selalu memberikan ilmu yang terbaik untuk mahasiswanya. Agar menghasilkan pelaku seni yang berjiwa entrepreneur.
“Seni adalah awal dari semua peristiwa kehidupan. Banggalah memiliki jiwa seni karena seni sebagai pemersatu bangsa,” tuturnya lagiPada kesempatan tersebut mantan wapres ke-10 dan 12 itu juga membuka secara langsung rangkaian kegiatan Dies Natalis ISI ke-58.
Selesai di kampus biru ISI Padang Panjang mengakhir agenda rute perjalanan Jusuf Kalla bersama Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, Ketua TP-PKK Sumbar, Harneli Bahar Mahyeldi, Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, , Ketua DPRD, Mardiansyah, S.Kom mengikuti rangkaian acara resepsi eksternal yang dihadiri ribuan orang tersebut.
Asrama tersebut merupakan bantuan dari seorang pengusaha Indonesia asal Minangkabau, H. Yendra Fahmi yang diberi nama dengan nama ibunya yaitu Hj. Yuliana. Terdiri dari tiga lantai dan setiap kamar akan diisi 12 anak.
Pada sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan, sudah puluhan ribu wanita hebat yang dilahirkan Diniyyah Puteri. Mulai dari angkatan pertama hingga berumur 100 tahun ini. Lulusan yang sudah mengabdi tidak hanya di dalam negeri, namun juga di luar negeri dengan kedudukan yang luar biasa.
“Perguruan ini mengikuti zamannya, begitu juga teknologi. Sudah banyak mengajarkan ilmu agama dan juga teknologi. Pendidikan adalah melihat masa depan, berbeda dengan museum yang melihat ke masa lalu. Peranan wanita semakin maju karena teknologi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan selamat dan terima kasih atas semua pengabdian para guru sampai dewasa ini. “Semoga ini bisa menjadi amal jariah bagi semua guru-guru khususnya di Diniyyah Puteri yang sudah mengajarkan para wanita yang kuat dan luar biasa,” tuturnya lagi.
Sementara itu Pimpinan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, mengatakan, 100 tahun Diniyyah Puteri ini dengan menghasilkan wanita-wanita luar bisa bukan karena guru dan murid yang hebat, namun atas izin dari Allah SWT.
“Kita memiliki guru-guru berjiwa ikhlas dalam mendidik generasi-generasi untuk mendapatkan rida Allah SWT. Kita termasuk 1.000 sekolah terbaik di Indonesia dan masuk 50 top ini karena Allah SWT memberikan apa yang dilakukan oleh guru-guru kita untuk mendidik anak-anak kita. Allah memberikan kita ilmu dan kesehatan untuk tidak pernah putus untuk berdakwah,” ungkapnya.
Untuk mengapresiasi jasa para guru Diniyyah Puteri, Yendra Fahmi juga memberikan hadiah umrah kepada 50 guru dan dua paket umrah dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Sementara itu, sebagai keluarga dari murid pertama Diniyyah Puteri yaitu Rasuna Said, Taufik Ismail membacakan puisi di depan undangan yang hadir tidak hanya dari santri saja namun juga alumni dari berbagai angkatan Diniyyah Puteri. Ia juga memberikan kado kepada Diniyyah Puteri berupa foto bersejarah dari keluarga Rasuna Said.
Pada kesempatan tersebut, juga diresmikan Tugu Satu Abad Diniyyah Puteri yang berada di depan Gedung Asrama. Ikut hadir Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah Kota, Dr. Winarno, M.E, Ketua TP PKK Kota, Sri Hidayani Sonny, S.E.Akt dan undangan lainnya. (paulhendri)














