Home / BERITA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Tuesday, 5 September 2023 - 18:27 WIB

Sumbar Tuan Rumah Jambore Forum PRB 2023, BPBD Gelar Berbagai Kegiatan

PADANG, SINYALNEWS.com – Tak terasa waktu yang berlalu. 14 tahun sudah terlewati setelah gempa dahsyat mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009 silam. Agaknya sebagian masyarakat di daerah ini sudah lupa dengan tragedi memilukan itu. Meski demikian masyarakat harus tetap bersikap waspada dan siap siaga karena gempa bisa datang kapan saja tanpa perkiraan.

Tahun ini, Sumbar ditetapkan oleh BPNP sebagai tuan rumah pelaksanaan Jambore Nasional Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB). Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengingatkan masyarakat terhadap potensi bencana yang mengintai serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapinya.

“Tahun ini kita dipercaya menjadi tuan rumah Jambore Nasional FPRB yang rencananya akan dilaksanakan selama 3 hari, pada 28-30 Seeptember 2023,” kata Kepala BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy kepada wartawan, kemarin.

Kegiatan ini, lanjutnya, akan dihadiri 8 provinsi yang rawan bencana gempa dan tsunami, masing-masing Provinsi Sulawesi Tengah, Jambi, Maluku, NTB, NTT, Jogjakarta, Jawa Timur dan Bali. Selain itu, utusan 19 kabupaten/kota di Sumbar juga bakal ikut ambil bagian.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Stasiun Bakamla Sambas Bagikan Paket Sembako kepada Nelayan di Perairan Sambas

Menurut Rudy, jambore nasional diawali dengan workshop tentang Jurnalisme Warga dan Dasar-dasar Diplomasi Kemanusiaan yang digelar oleh BNPN kerjasama dengan Caritas Germany. Jurnalisme warga ini menjalankan peran layaknya jurnalis. Melalui jurnalisme warga memunculkan keberagaman informasi dan menentukan informasi yang dibutuhkan warga.

Selanjutnya, pada 29 September, Forum PRB Sumbar menyampaikan program kegiatan yang sudah dilaksanakannya yang dihadiri seluruh peserta. Saat bersamaan, juga akan diluncurkan Early Warning System (EWS) disabilitas. EWS ini sama seperti EWS pada umumnya tetapi dilengkapi lampu rotary warna merah dan kuning.

“Lampu merah dan kuning pada EWS ini akan membantu para tuna rungu saat evakuasi. Lampu kuning adalah sebagai penanda telah terjadi gempa saja. Sedangkan indikator lampu merah menandakan telag terjadi gempa yang berpotensi tsunami, sehingga harus segera dilakukan evakuasi,” terangnya.

Baca Juga :  Ledakan Petasan di Pekalongan, 1 Anak Meninggal dan 5 Lainnya Luka-luka

Usai peluncuran EWS disabilitas, pihaknya segera melakukan sosialisasi. Saat ini pihaknya tengah meminta data jumlah penyandang tuna rungu dan sebarannya.

Puncak Jambore Nasional FPRB yang juga bertepatan dengan peringatan 14 Tahun Gempa Dahsyat 30 September, akan diisi dengan perjalanan ke lokasi pemasangan garis batas Tsunami Safe Zone (zona aman tsunami) yang ada di dekat SPBU Ampang dan di Jalan Sawahan.

Garis ini menginformasikan jika masyarakat sudah berada di zona aman tsunami sehingga tidak perlu lagi melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi. Karena lokasi di sekitar garis biru ini tidak akan terkena gelombang tsunami.

“Kegiatan ditutup dengan aksi bersih pantai dan menanam cemara laut,” terang Rudy.

Share :

Baca Juga

BERITA

Pekerja Tower Asal Cianjur Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

BERITA

Perumdam Air Minum Tirta Serambi Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2024

ARTIKEL

Gubernur Sumbar: Koperasi Merah Putih Harus Berkembang, Bukan Menyusut

ARTIKEL

Babinsa Koramil Maos Turun ke Sawah Bantu Petani Klapagada

BERITA

Polresta Cilacap Berhasil Menangkap 19 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Selama Bulan Mei-Juni

BERITA

Sukseskan Gesid Menyenangkan, Dindik Kenalkan Permainan Kahoot ke Orang Tua

ARTIKEL

Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin Raih Juara 2 Pada Kejuaraan Karate Dankoharmatau Cup 2025

BERITA

Babinsa Koramil 07/ Maos Hadiri Pembentukan Panitia Penjaringan Perangkat Desa Karangreja