Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / NASIONAL / PERISTIWA

Tuesday, 11 July 2023 - 15:57 WIB

Jaga Kebersihan dan Daya Tahan Imun Cegah Kusta Sejak Dini

Kota Pekalongan, Sinyalnews.com-

Bercak putih di kulit sering dianggap sepele oleh sebagian orang. Umumnya, bercak tersebut dianggap sebagai panu. Padahal, tak semua bercak putih adalah panu, apalagi jika disertai gejala yang tidak biasa. Maka, masyarakat patut waspada. Sebab, bisa saja ini merupakan gejala awal kusta. Kusta bukan penyakit keturunan apalagi akibat kutukan. Kusta merupakan infeksi pada saraf dan kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium Leprae. Penularannya melalui pernapasan, udara, dan kontak langsung dengan penderita yang belum diobati.

Pengelola Program Kusta pada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Indayah Dewi Tunggal menyampaikan bahwa, angka prevalensi kusta di Kota Pekalongan  masih cukup tinggi yakni 2, yang seharusnya kurang dari 1. Dinas Kesehatan mencatat, terhitung dari awal Januari-Juni 2023, sudah ada 20 orang penderita baru penyakit kusta yang ditemukan di Kota Pekalongan. Sementara, pasien kusta yang masih dalam pengobatan ada 64 orang.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja dan Koordinasi Badan Kesbangpol Prov Sumbar ke Kecamatan Sikakap Mentawai

Menurutnya, dengan menjaga kebersihan lingkungan di wilayah dan sanitasinya serta menjaga daya tahan imun merupakan bagian awal dari pencegahan dini penyakit kusta atau lepra yang disebabkan bakteri Mycobacterium Leprae ini.

“Pencegahan kusta bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri terutama bagian kulit, makan makanan bergizi, jangan malas untuk mandi minimal 2 kali sehari, yang kontak dengan penderita kusta akan dicegah dengan kemoprofilaksis yakni minum obat rifampisin dosis tunggal untuk menghindari kasus baru di tahun mendatang,” terangnya usai kegiatan Rapid Village Survey (RVS) secara door to door  di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (10/7/2023).

Lanjut Indayah memaparkan, terdapat dua jenis penyakit kusta yang dibagi berdasarkan jumlahnya, yakni pertama, Pausibasiler, dimana jika bagian kulit yang mengalami tampilan tidak normal berjumlah 1-5 dan multibasiler jika jumlahnya lebih dari itu. Penyakit kusta dapat menyebabkan kerusakan kulit yang dialami oleh penderitanya. Pada kasus pausibasiler penderita akan cenderung merasakan mati rasa yang jelas dan terdapat kerusakan pada satu saraf saja. Lebih parah pada multibasiler penderita akan merasakan mati rasa di kulit yang cenderung sulit dijelaskan karena bakteri sudah menyerang banyak cabang saraf.

Baca Juga :  Kasdam XVII/Cenderawasih dan Danrem 172/PWY Diterima Dandim 1715/Yahukimo dan Forkopimda di Bandara Nop Goliat Dekai untuk Penutupan TMMD ke-119

Pihaknya menambahkan, gejala fisik yang umumnya dirasakan oleh penderita kusta selain mati rasa di kulit adalah kulit yang menebal dan kerontokan rambut. Apabila seseorang sudah mengenali gejala tersebut maka harus segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan berupa pemeriksaan histopatologis, bakterioskopik, dan darah.

“Apabila diagnosanya positif, maka penderita akan diobati menggunakan antibiotik minimal selama 6 bulan. Tujuan dari pengobatan sendiri selain untuk menyembuhkan penderita juga akan memutus rantai penularan guna mencegah dampak yang lebih buruk seperti kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan permanen pada saraf,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

BERITA

Langit Cerah Kembali, Tapi Harga di Pasar Membuat Warga Menahan Nafas”

ARTIKEL

DIDUGA MEMILIKI GANGGUAN KEJIWAAN, SEORANG WARGA KEDUNGMALANG MENCEBURKAN DIRI KE SUMUR

ARTIKEL

Tanamkan Kedisiplinan dan Jiwa Kepemimpinan, Babinsa Koramil 1710-02/Timika Berikan Materi PBB dan Kepemimpinan Kepada Siswa Siswi Baru SMA Taruna

ARTIKEL

Pengurus LKAAM Padang melaksanakan buka bersama dengan Forum Nagari,Kelurah,LPM,Tokoh masyarakat,dan anak yatim piatu di Kelurahan Batugadang

BERITA

Terus Tingkatkan Kualitas Kinerja, Gubernur Mahyeldi Targetkan Indeks SAKIP Sumbar 2023 Bernilai A

BADAN NEGARA

Jelang Kejurnas Pordasi, Homestay di Sawahlunto Lebih Diminati Wisatawan

BERITA

“Seragam Gratis hingga Graha Disabilitas: Satu Tahun Hendri–Allex Mengukir Arah Baru Padang Panjang”

BADAN NEGARA

ESDM Sumbar Akan Berkordinasi Dengan Polda Sumbar Terkain PT. Bakapindo