Padang, Sinyalnews.com,- DPW PKS Sumatera Barat menyelenggarakan acara Sekolah Kepemimpinan Politik Bakal Calon DPRD Provinsi dapil 2 yang meliputi Kab Padang Pariaman dan Kota Pariaman, serta calon anggota DPRD Kab Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Acara berlangsung selama satu hari bertempat di Ruang pertemuan Restoran Sambalado Pariaman, Sabtu (17/6/2023).

Dalam sambutannya Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPW PKS Sumbar, Gustami Hidayat, S.Pt, M.Si menyampaikan terima kasih kepada peserta yang hadir untuk mengikuti Sekolah Kepemimpinan kali ini.
“Sekolah Kepemimpinan ini, harapannya bisa meningkatkan kompetensi anggota PKS, terutama bagi yang maju sebagai calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota” ujar Gustami Hidayat.
Gustami Hidayat mengungkapkan kebahagiaannya dapat berjumpa dengan para peserta Sekolah Kepemimpinan kali ini.
“Saya senang karena bisa hadir ditengah-tengah bapak ibu semua dan saya merasakan rasa optimisme yang besar kalau kita dapat mempertahankan hasil yang kita raih pada pemilu yang lalu, dan kalau bisa meningkat” ungkap Gustami Hidayat.
Gustami Hidayat menekankan pentingnya perjuangan lewat jalur legislasi. “Betapa dahsyatnya perubahan yang bisa terjadi seandainya kita bisa menguasai parlemen, meskipun dari sedikit kata di aturan-aturan yang ada,” ungkapnya.
Gustami Hidayat yang juga sebagai pemateri dengan tema “Strategi dan tekhnik kampanye Efektif meraih suara”. Menurut Gustami Hidayat, DPP PKS di Pemilu 2024 menargetkan meraih 15%, seperti yang diiingatkan oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu. “15% itu target minimal, tentu kita berharap bisa mendapatkan lebih” ucap Gustami.
Dalam meraih target pemenangan, Gustami Hidayat juga memberikan arahan bagaimana untuk meraihnya.
Untuk meraih kemenangan, kita harus bisa menarik simpati masyarakat. “Saya menyebutnya Politik Silaturahmi, yaitu kita silaturahmi ke berbagai elemen masyarakat,” pesan Gustami.
“Harapannya masyarakat akan lebih mengenal kita, dan sekaligus kita mengedukasi masyarakat agar bisa memiliki kualitas pilihan yang bagus yaitu tidak pragmatis,” pungkasnya
(Marlim)














