Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / HUKUM / SUMBAR

Tuesday, 6 October 2026 - 16:39 WIB

Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 Hadirkan 19 Seniman dari Indonesia dan Dunia

PADANG, SINYALNEWS.COM – Taman Budaya Sumatera Barat akan menjadi ruang pertemuan seniman patung Indonesia dan dunia melalui Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026, yang berlangsung pada 8–14 Oktober 2026.

Mengusung tema “Melintas Batas: Abstraksi dan Harmoni Global”, program residensi patung internasional ini menghadirkan 19 pematung, terdiri dari 13 pematung luar negeri dan 6 pematung Indonesia.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pameran karya, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman untuk tinggal, berkarya, bertukar gagasan, serta berinteraksi secara langsung dalam satu lingkungan kreatif.

Direktur Program Anita Dikarina, M.Si., didampingi Wakil Koordinator Publikasi dan Media Jefnil, SH., mengatakan kegiatan ini merupakan program residensi patung internasional pertama yang digelar di Sumatera Barat dengan melibatkan seniman dari Indonesia dan mancanegara.

“Iven ini merupakan pertama kalinya di Sumatera Barat, khususnya sebagai sebuah program residensi patung internasional dengan melibatkan 19 pematung, yang terdiri dari pematung internasional dan Indonesia,” jelas Anita.

Selama residensi, para peserta akan menjalani proses penciptaan karya secara langsung dengan mengeksplorasi berbagai material, di antaranya kayu, batu, dan besi.

Proses tersebut menjadi bagian penting dari program. Karena itu, residensi tidak hanya berorientasi pada hasil akhir karya, tetapi juga menghadirkan proses dialog, eksplorasi material, pertukaran pengalaman, serta interaksi antar-seniman.

Baca Juga :  Gebyar Madrasah Ketiga, Harmoni Budaya Gadih Minang Pandai Marandang

Kurator Ali Umar, S.Sn., mengatakan kekuatan program ini terletak pada pertemuan para seniman yang memiliki latar belakang budaya, pengalaman, dan pendekatan artistik yang berbeda.

“Yang kami pertemukan bukan hanya 19 pematung, tetapi 19 pengalaman, cara pandang, dan latar budaya. Di Taman Budaya, semuanya bertemu melalui bahasa yang sama: seni patung,” ujar Ali Umar.

Menurutnya, residensi memberikan kesempatan kepada para seniman untuk menciptakan karya dalam suasana yang berbeda dari lingkungan asal mereka. Pertemuan lintas budaya tersebut diharapkan melahirkan gagasan dan karya yang lebih beragam.

Sementara itu, Anita Dikarina mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menjadikan Sumatera Barat sebagai ruang pertemuan seniman dari berbagai belahan dunia.

“Kami ingin Sumatera Barat tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pameran, tetapi menjadi ruang tempat seniman dunia datang, berkarya, berdialog, mengenal budaya kita, dan membawa pulang pengalaman tentang Sumatera Barat,” katanya.

Mengangkat Nama Tokoh Seni Patung Abstrak Indonesia

Program ini mengambil nama Arby Samah, salah satu tokoh penting dalam perkembangan seni patung abstrak Indonesia.

Semangat eksplorasi dan keberanian Arby Samah dalam mengembangkan seni patung abstrak menjadi salah satu landasan penyelenggaraan program residensi tersebut.

Tema “Melintas Batas: Abstraksi dan Harmoni Global” merefleksikan pertemuan seniman dengan latar budaya, pengalaman, dan pendekatan artistik yang berbeda.

Baca Juga :  Pemkot Padang Panjang Tindaklanjuti Pembahasan RTRW ke Kementerian ATR/BPN

Melalui bentuk, ruang, material, dan proses penciptaan, para seniman diharapkan mampu membangun dialog artistik yang melampaui batas geografis dan budaya.

Kenalkan Budaya Sumatera Barat

Selain menjalani proses berkarya di Taman Budaya Sumatera Barat, para peserta juga akan mengikuti sejumlah rangkaian pengenalan budaya Minangkabau.

Anita menjelaskan, agenda tersebut antara lain berupa kunjungan ke Payakumbuh dan Perkampungan Adat, pengalaman Makan Bajamba dan Pencak Silat, serta kunjungan ke Bukittinggi.

“Selain berkarya di Taman Budaya Sumatera Barat, peserta juga akan mengikuti rangkaian pengenalan budaya Sumatera Barat, antara lain kunjungan ke Payakumbuh dan Perkampungan Adat, pengalaman Makan Bajamba dan Pencak Silat, serta kunjungan ke Bukittinggi,” terang Anita.

Kegiatan ini mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Taman Budaya Sumatera Barat.

Kehadiran 19 pematung dalam satu program residensi diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring seni patung lintas negara, sekaligus memperkenalkan Sumatera Barat sebagai ruang kreatif bagi pertemuan seni patung Indonesia dan dunia.

Jangan lewatkan Arby Samah International Sculpture Residency & Exhibition 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat, 8–14 Oktober 2026. (devi)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Pemprov Sumbar Borong 2 Penghargaan pada Ajang Anugerah Kihajar 2023 dari Kemendikbudristek RI

BADAN NEGARA

Ikatan Bako Anak Pisang (IBAP) Sungai Sapih Adakan Lomba Peringatan HUT RI ke 78

ARTIKEL

Satgas Yonzipur 5/ABW Hadiri Rapat Pembentukan Panitia Lomba HUT ke – 79 Kemerdekaan Republik Indonesia

BERITA

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut Bakti Kominfo Tersangka Korupsi BTS 4G

BERITA

Babinsa Kuala Kencana Gelar Komsos Sembari Motivasi Para Petani Binaan

BERITA

Jalin Keakraban Dengan Warga Binaan, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Lakukan Komsos Secara Intensif

BERITA

Menhan Prabowo Hadiri Perayaan Hari Nasional Jerman

ARTIKEL

Harga Kebutuhan Bahan Pokok Sumatera Barat Hari ini Tanggal 21 November 2024