Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG / SUMBAR

Sunday, 4 October 2026 - 13:14 WIB

Pengurus KAN Pauh IX Kuranji Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Yasril Dorong Penguatan Kapasitas Ninik Mamak

PADANG, SINYALNEWS.COM — Kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX Kuranji periode 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan. Momentum tersebut menjadi babak baru dalam memperkuat kelembagaan adat sekaligus meningkatkan peran ninik mamak dalam membimbing anak kemenakan dan menjaga nilai adat serta agama di tengah perubahan zaman.

Pelantikan dan pengukuhan berlangsung di halaman Kantor KAN Pauh IX, Jalan By Pass, Kampung Lalang, Kota Padang, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, didampingi Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bapenda Provinsi Sumatera Barat H. Al Amin Rajo Basa, S.Sos., MM., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat Dr. H. Tan Gusli, S.Fil.I., M.AP., Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) KAN Pauh IX Kuranji Irwan Basir Datuk Rajo Alam, Ketua LKAAM Sumatera Barat Dr. H. Fauzi Bahar Datuk Sati, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Dr. H. Yasril, S.Ag., MA.

Turut hadir camat dan lurah se-Kota Padang, Kepala KUA Kuranji Hamdani, Kapolsek Kuranji, Danramil atau yang mewakili, para ketua KAN se-Kota Padang, datuak, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh masyarakat Pauh IX, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kota Padang Dr. H. Yasril, S.Ag., MA. mendorong kepengurusan KAN Pauh IX Kuranji periode 2026–2031 menjadikan peningkatan kapasitas ninik mamak sebagai salah satu perhatian utama.

Baca Juga :  Tampilkan Yang Terbaik: Asmaul Husnah DWP Kemenag Padang Membuat Merinding Audiens Saat Tampil

Menurut Yasril, tantangan yang dihadapi anak kemenakan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, perubahan pola pergaulan, derasnya arus informasi, serta dinamika sosial membutuhkan peran ninik mamak yang tidak hanya memahami adat secara turun-temurun, tetapi juga memiliki wawasan luas dan mampu berkomunikasi dengan generasi muda.

“Penguatan kapasitas ninik mamak menjadi penting agar peran pembinaan terhadap anak kemenakan dapat berjalan semakin baik. Ninik mamak harus mampu menjadi teladan, tempat bertanya, sekaligus memberikan arahan kepada anak kemenakan sesuai dengan nilai adat dan agama,” pesan Yasril.

Ninik Mamak Harus Adaptif dengan Perubahan Zaman

Yasril menilai, dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, ninik mamak memiliki posisi strategis dalam menjaga tatanan kehidupan kaum dan masyarakat. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan adat, tetapi juga menyentuh pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, hubungan sosial, serta menjaga keharmonisan masyarakat.

Karena itu, penguatan kelembagaan KAN perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia para pemangku adat.

Ninik mamak, kata dia, perlu memahami persoalan generasi muda dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan kontekstual. Nilai-nilai adat tetap menjadi fondasi, namun cara menyampaikannya perlu menyesuaikan perkembangan zaman agar dapat diterima dan dipahami anak kemenakan.

“Generasi muda sekarang tumbuh dalam lingkungan yang berbeda. Media sosial, teknologi digital dan keterbukaan informasi telah membentuk pola komunikasi serta interaksi baru. Dalam kondisi ini, ninik mamak jangan mengambil jarak dari perubahan, tetapi harus hadir sebagai pembimbing,” ujarnya.

Baca Juga :  Panitia IMLF-3 Rapat dengan Pemko Padang, Matangkan Persiapan

Penguatan kapasitas ninik mamak dapat dilakukan melalui peningkatan wawasan adat, keagamaan, sosial kemasyarakatan, kepemudaan, pendidikan keluarga hingga literasi digital.

Dengan demikian, ninik mamak tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama

Dorongan penguatan kapasitas ninik mamak tersebut juga memiliki relevansi dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, atau delapan program prioritas Kemenag Berdampak.

Program tersebut antara lain menekankan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, sukses haji, serta digitalisasi tata kelola.

Dalam konteks kehidupan masyarakat Pauh IX, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kerukunan, pembinaan umat, pendidikan karakter dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Ninik mamak dinilai memiliki ruang strategis untuk menanamkan nilai saling menghormati, kepedulian, persaudaraan, musyawarah dan penyelesaian persoalan secara damai kepada anak kemenakan.

Nilai-nilai adat Minangkabau yang mengedepankan kebersamaan, musyawarah, penghormatan dan tanggung jawab sosial dapat menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Karena itu, kepengurusan KAN Pauh IX Kuranji periode 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara adat, agama dan kehidupan sosial kemasyarakatan, sehingga ninik mamak semakin hadir sebagai teladan sekaligus pembimbing generasi muda.

HarisTJ

Share :

Baca Juga

BERITA

Sampaikan SK TORA ke 8 di Sumbar, Gubernur Sumbar Pinta Petugas ATR/BPN Jemput Bola, Sertifikatkan Tanah yang Sudah ada SK TORA

BERITA

Gubernur Mahyeldi Sidak ke Pasar Raya Padang, Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

BERITA

Di Usia ke-28, PAN dan Tahun Pertama Allex Saputra

ARTIKEL

59 Tahun Mengabdi, IKKT PWA Terus Dukung TNI dan Keluarga Prajurit

BERITA

Bentuk Kepedulian, Babinsa Hadiri Undangan Khitanan Massal Di Desa Binaan

ARTIKEL

Satgas Indo RDB XXXIX-F/MONUSCO Tiba DI Bunia

BERITA

Operasi Zebra Candi 2023 Telah Dimulai, Simak Sasarannya yang Perlu Diketahui

BERITA

Kemenag Kota Padang; Membuka Secara Resmi Mandupa Cup II di MAN 2 Kota Padang