Empat puluh anak yatim hadir dalam tasyakuran HUT PAN ke-28 di Padang Panjang. Di balik doa dan santunan, ada penanda baru: untuk pertama kalinya perayaan ulang tahun partai berlangsung di bawah kepemimpinan Allex Saputra,yang hari jadinya juga bertepatan dengan momentum tersebut.
PadangPanjang.Sinyalnews.com — Tidak ada panggung megah pada siang itu. Tidak pula perayaan yang dibuat berlebihan.
Di sebuah ruangan bercat biru di kantor DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang Panjang, Jalan Sutan Syahrir, Silaing, puluhan anak duduk bersisian di atas karpet. Sebagian bercengkerama, sebagian lainnya menyimak rangkaian acara.
Mereka adalah 40 anak yatim dari sejumlah kelurahan di Padang Panjang.Di antara mereka, seorang anak berdiri ketika Allex Saputra menghampiri. Dengan pakaian putih dan tanpa alas kaki, Ketua DPD PAN Padang Panjang itu menyalami dan menyapa anak-anak yang hadir.
Adegan itu berlangsung sederhana. Tetapi justru kesederhanaan itulah yang memberi warna pada peringatan HUT ke-28 PAN di Padang Panjang, Minggu (23/8/2026).
Bagi partai politik, ulang tahun biasanya menjadi kesempatan untuk berbicara tentang perjalanan, capaian dan masa depan.
Namun kali ini, PAN Padang Panjang memilih memulainya dengan doa dan berbagi. Momentum tersebut sekaligus menjadi perayaan pertama HUT PAN sejak Allex Saputra dipercaya memimpin DPD PAN Padang Panjang.
Ada satu kebetulan lain yang membuat peringatan itu terasa lebih personal: momentum HUT PAN tahun ini beriringan dengan hari jadi Allex Saputra.
Tetapi tidak ada kesan bahwa hari jadi sang ketua menjadi pusat perhatian.Justru anak-anak yatim yang ditempatkan di tengah perayaan.
Ketika Politik Berhenti Sejenak
Kegiatan yang digelar Minggu siang itu merupakan bagian dari rangkaian HUT PAN ke-28 yang dilaksanakan serentak dari tingkat pusat hingga daerah.
Di Padang Panjang, peringatan diisi dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada 40 anak yatim. Hadir jajaran pengurus harian, Fraksi PAN DPRD Padang Panjang, para inisiator dan tokoh senior PAN serta kader partai.
Allex mengatakan, kegiatan tersebut ingin menjadikan HUT PAN bukan sekadar perayaan organisasi, melainkan momentum untuk mengingat kembali keberadaan partai di tengah masyarakat.
“Di usia ke-28 tahun ini, menjadi komitmen bagi seluruh jajaran DPD PAN Padang Panjang untuk terus membuktikan kepedulian. Sesuai dengan semangat PAN yang terus hadir untuk bantu rakyat,” ujar Allex.
Kalimat itu sederhana. Tetapi maknanya justru diuji oleh apa yang berlangsung di ruangan tersebut.
Tidak banyak yang dapat diberikan dalam sebuah acara singkat. Namun kehadiran, perhatian dan santunan menjadi bentuk kecil dari pesan yang ingin dibawa: bahwa politik tidak semestinya hanya hadir ketika suara dibutuhkan.
Setelah Doa, Ada Lima Kursi
Namun perayaan ulang tahun partai tetap memiliki sisi lain.
Di balik suasana penuh keakraban itu, PAN Padang Panjang mulai menghitung langkah menuju pertarungan politik berikutnya.
Allex menyebut target lima kursi legislatif bagi PAN Padang Panjang pada pemilu mendatang.
Target itu menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh jajaran partai.
“Kami ingin PAN di Padang Panjang semakin kuat sehingga semakin banyak aspirasi masyarakat yang bisa diperjuangkan. Target lima kursi ini tentu membutuhkan kerja keras, kekompakan dan kedekatan seluruh kader dengan masyarakat,” katanya.
Ketua Bapilu DPD PAN Padang Panjang Dasril turut mengamini target tersebut.Dengan demikian, tasyakuran HUT ke-28 PAN hari itu memiliki dua wajah.
Di satu sisi, ada doa dan santunan untuk anak-anak yatim.Di sisi lain, ada kalkulasi politik tentang kursi parlemen. Keduanya tidak harus dipertentangkan.
Justru di sanalah tantangan sebuah partai politik berada: bagaimana menjadikan kekuatan elektoral bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai jalan untuk memperbesar ruang memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Tahun Pertama yang Dimulai dengan Berbagi
Bagi Allex Saputra, peringatan HUT PAN tahun ini menjadi semacam titik awal. Ia baru memasuki fase awal kepemimpinannya di DPD PAN Padang Panjang. Karena itu, cara sebuah organisasi politik merayakan ulang tahunnya dapat dibaca sebagai pesan tentang arah yang ingin dibangun.
Sekretaris DPD PAN Padang Panjang Vani Utari dan Bendahara Zulfikri,keduanya anggota DPRD Padang Panjang,hadir bersama jajaran pengurus dan kader.
Para tokoh pendiri dan senior PAN Padang Panjang juga hadir.
Setelah doa dan santunan, acara berlanjut dengan makan bersama.
Tidak ada sekat yang terlalu tebal. Pengurus, kader dan anak-anak yatim berada dalam ruang yang sama.
Perayaan itu akhirnya tidak hanya berbicara tentang PAN yang telah berusia 28 tahun.
Ia juga berbicara tentang sebuah kepemimpinan yang baru dimulai. Tentang bagaimana sebuah partai ingin dikenang ketika datang kepada rakyat—bukan hanya ketika meminta dukungan, tetapi juga ketika tidak ada surat suara yang harus diperebutkan.
Bagi Allex, kebetulan hari jadi dirinya beriringan dengan hari jadi partai yang dipimpinnya mungkin hanya sebuah tanggal.
Namun bagi organisasi yang kini berada di bawah kepemimpinannya, tahun pertama selalu membawa pertanyaan yang lebih panjang:
Setelah perayaan selesai, apa yang akan benar-benar ditinggalkan untuk rakyat?
Minggu itu, jawabannya dimulai dari sesuatu yang sederhana.
Doa. Empat puluh anak yatim.Dan sebuah meja makan yang mempertemukan banyak orang dalam satu ruang. Selebihnya, waktu yang akan membuktikan.(paulhendri)














