LBH GP Ansor PW Sumbar Apresiasi Langkah Polres Tebo untuk Diversi Kasus Anak

Padang, SINYALNEWS.COM,- — Lembaga Bantuan Hukum ( LBH) Gerakan Pemuda Ansor Perwakilan Wilayah Sumatera Barat memberikan apresiasi terkait perkara anak AH ( 13 tahun) yang viral baru baru ini ada penganiayaan berat hingga korban meninggal dunia di salah satu pondok pesantren di Rimbo Bujang Kabupaten Tebo pada tahun lalu. Dari peristiwa tersebut,ada tiga anak berhadapan dengan hukum diduga ikut memberikan keterangan palsu dan menghalangi proses penyidikan.

LBH GP Ansor PW Sumbar berkomitmen untuk mendampingi anak tersebut. Peristiwa ini baru saja terungkap setelah pelaku utama anak A dan R divonis hukuman penjara dari PN Tebo.
“Ini jadi proses panjang mulai dari alibi korban meninggal akibat tersentrum listrik, proses autopsi mayat korban sampai ada lahirnya pengembangan kasus anak diduga pidana menghalangi penyidikan,maka langkah untuk diversi merupakan untuk menjalankan UU NO 11 Tahun 2012 tentang Sistem Pengadilan Anak yang baru saja dilaksanakan pihak Polres Tebo pada hari ini, rabu 8 mei 2024,” terang Pendamping hukum anak dari LBH GP Ansor PW Sumatera Barat Eko Kurniawan SH melalui reliase ke media rabu 8 mei 2024.

Baca Juga :  Jaga Fisik Tetap Prima, Anggota Kodim 1710/Mimika Laksanakan Kesegaran Jasmani Periodik I Tahun 2024

Eko juga mengungkapkan bahwa khusus umur anak 12 dua belas) tahun tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga · melakukan tindak pidana. b. Selain ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka (1), upaya Diversi wajib dilakukan meskipun Anak sudah atau pernah kawin. bahwa upaya diversi merupakan bagian proses hukum yang wajib dijalankan para aparat penegak hukum.
Diversi yang dilakukan pihak kepolisian tentu setidaknya membuat kita mendapatkan kepastian hukum. Disamping itu Polres Tebo punya pertimbangan hukum bahwa anak juga perlu diberikan ruang untuk lebih bijaksana dalam menjalani putusan diversi.

Para pihak yang terlibat diversi antara lain dari Bapas Kemenkumham, Pekerja Sosial Kementerian Sosial, penyidik kepolisian, keluarga korban,para anak dan lainnya.
Diversi dilakukan dengan suasana kekeluargaan,dan tentunya putusan mempertimbangkan hak hak anak dan rasa kemanusiaan.

Baca Juga :  Lagi - lagi Satgas Mobile Raider 300/Siliwangi Kawal Pembagian Beras di Papua

Hal senada juga jadi perhatian pemerhati anak dari Ruandu.
“Langkah kepolisian Polres Tebo kita apresiasi karena ini menjadikan polisi ramah anak. Karena ada Surat Keputusan Bersama ( SKB) terkait persoalan anak diselesaikan dengan proses diversi. Mudah mudahan langkah ini jadi bagian penegakan hukum yang responsif dan progresif,”jelas Wanda Lesmana dari Ruandu , lembaga peduli anak.

Wanda juga menambahkan bahwa ada ketentuan batas waktu terkait diversi. Wajib mengupayakan Diversi dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari setelah penyidikan dimulai. Proses Diversi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah dimulainya Diversi.

(Marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

KETIKA KESEHATAN TERPERANGKAP MENJADI KOMODITAS

BERITA

Dr. Herlin Direktur RSUD dr. Rasyidin Baralek Gadang

BERITA

Quick Respon Kapolres Pasaman Barat Ke Lokasi Longsor Polongan Anam Talu

ARTIKEL

Serah Terima Jabatan Kadisperindag Sumbar.Novrial R.Mangkuto Gantikan Asben Hendri

BERITA

15 Taruna Akpol TK I angkatan 57 Batalyon Adhi Wiratama akan Melakukan Latihan Kerja di Polres Pekalongan

BERITA

Basarnas Cilacap evakuasi laka lantas di jalan utama Desa Jatiluhur Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen

BERITA

Di Duga Kasat Pol PP Dengan Sengaja Rusak Mobil Dinas

BERITA

Jelang Nataru, Polres Pekalongan Gelar Razia Miras