Padang Panjang.Sinyalnews.com,– Berbagai mega proyek gagal di Padang Panjang sampai saat ini, masih tanpa kepastian antara lain Pendistrian Pasar,Sport Center ,keramik dalam pasar, Pembangunan Gedung Neonatal Intensive Care Unit ( NICU ) Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Padang Panjang semua dihentikan alias putus kontrak
NICU RSUD RSUD yang kini viral tersebut karena Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) sudah memutus kontrak CV Niko Kurnia sebagai pelaksana kegiatan .
Kegagalan NICU itu menurut Direktur RSUD Padang Panjang ,Lismawati R.karena pihak pelaksana telah gagal menyelesaikan pembangunan Gedung NICU di rumah sakit itu . Padahal , sejak awal , Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran sudah serius dengan pembangunan gedung itu . Namun , pihak pelaksana proyek gagal mencapai bobot gedung sesuai yang diharapkan . Oleh karena itu , PPK pun memutuskan kontrak pembangunan Gedung NICU RSUD Padang Panjang tersebut
Dari informasi lapangan NICU itu kini telah ditender ulang lagi ,terbukti Rabu (10/5) kemarin ,Walikota Padang Panjang tinjau lokasi pembanguan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padang Panjang itu.
Meski telah gagal Fadly berharap pembangunan tersebut dapat rampung sesuai kalender pengerjaan yang sudah ditetapkan harapnya.
Kehadiran walikota di lokasi yang telah dijadwalkan tersebut tak sendiri ,Fadly didampingi Direktur RSUD, Lismawati R,yang kini tenggah viral atas pelayanan yang buruk dan di kritik DPRD Padang Panjang Komisi 3 Novi Hendri minta walikota agar evaluasi total RSUD .
Tak hanya direktur Fadly juga didampingi Kepala Dinas PUPR, Widya Kusuma, meninjau langsung proses tahapan pengecoran tiang lantai 2 gedung NICU.yang dikerjakan oleh kontraktor yang baru ,
Dalam tinjauan lapangan itu Fadly mengatakan “Alhamdulillah, kita sudah melihat pengerjaan NICU sudah mulai kembali berjalan, setelah sempat terhenti. Bahkan Fadly juga sudah bertemu langsuang dengan kontraktor pelaksana. Seperti biasa Dia meminta agar pembangunan ini bisa diselesaikan dalam 120 hari kerja sesuai dengan kalerder pembanguanannya,” ucap Fadly.
Sebagai kepala daerah meski pekerjaan pertama telah gagal, namun Fadly tetap berharap kelanjutan proses pembangunan NICU bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun lagi .
Dilokasi yang sama, Lismawati sang direktur RSUD Padang Panjang yang dulu nya di Kabupaten Padang Pariaman juga pernah di demo , pada kominfo menerangkan, peralatan medis untuk NICU sudah tersedia dan juga sudah ada tiga dokter spesialis.
“Peralatan medis dan dokter spesiaslis untuk NICU sudah ada. Sekarang hanya menunggu ruangan yang saat ini dalam proses pembangunan. Sesuai dengan arahan Wali Kota, agar pelayanan NICU di RSUD ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di akhir tahun ini,” tutupnya.
Ditempat terpisah Komisi 3 DPRD Padang Panjang Novi Hendri mengatakan dengan telah adanya pemenang tender yang baru NICU ini ,hendaknya tidak mengulang pekerjaan kontraktor yang lama ,Pada PA dan PPK pekerjaan agar lebih maksimal lagi dalam pengawasan kerja NICU itu ,jangan sampai semangka berbuah dua kali ,peninjauan lapangan jangan hanya serimonial aja.Dengan adanya NICU ini hendaknya dapat merubah image pelayanan RSUD yang amburadul .titurnya














