Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / OLAH RAGA / PERISTIWA / SUMBAR

Sunday, 11 October 2026 - 22:48 WIB

Dua Kali Menang 6–1, Habibi Buktikan Diri: Pendatang Baru yang Mengusik Persaingan Biliar Porprov Sumbar

Tanpa melalui seleksi, pebiliar muda Padang Panjang itu telah mengoleksi dua perak dan satu perunggu. Di tengah keterbatasan pendampingan, ia menembus final dengan menyingkirkan Pariaman dan Payakumbuh lewat skor identik 6–1. Besok, perjuangannya berlanjut di nomor bola 10 tunggal putra.

PADANG — Dua kali menang dengan skor 6–1. Dua lawan disingkirkan. Satu tiket final diamankan. Di meja biliar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026, Habibi mulai menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pendatang baru yang datang untuk mencari pengalaman.

Pebiliar muda asal Kota Padang Panjang itu bahkan tidak lolos ke Porprov melalui proses seleksi. Kesempatannya hadir karena pengurus cabang olahraga biliar Padang Panjang melihat perkembangan permainannya terus meningkat dan meyakini ia mampu bersaing di tingkat provinsi.

Kepercayaan itu kini berbuah prestasi.

Habibi telah mengoleksi dua medali perak dan satu perunggu. Ia juga tiga kali menembus semifinal dalam rangkaian pertandingan yang diikutinya. Bagi seorang atlet yang masih terbilang baru di dunia biliar kompetitif, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk menapaki persaingan yang lebih tinggi.

Ia datang dengan pengalaman yang masih muda, tetapi keberaniannya menghadapi para senior telah menghasilkan prestasi yang nyata.

Menyingkirkan Lawan, Melangkah ke Final

Perjalanan Habibi menuju final tidak dibangun dengan jalan pintas. Ia harus melewati lawan demi lawan sebelum mendapatkan kesempatan bertarung di partai puncak.

Di babak delapan besar, Habibi menghadapi pebiliar Kota Pariaman. Ia menuntaskan pertandingan dengan kemenangan telak 6–1.

Ujian berikutnya datang dari Payakumbuh di semifinal. Habibi kembali tampil meyakinkan dan menundukkan lawannya dengan skor identik, 6–1. Kemenangan itu memastikan langkahnya menuju final.

Dua hasil tersebut memperlihatkan kemampuan Habibi menjaga permainan ketika pertandingan memasuki fase yang semakin menentukan.

Dalam biliar, ketepatan pukulan bukan satu-satunya penentu. Atlet juga dituntut membaca posisi bola, menyusun strategi, mengendalikan emosi, dan mempertahankan konsentrasi di bawah tekanan.

Habibi menunjukkan modal untuk bersaing dalam aspek-aspek tersebut. Meski pengalaman kompetitifnya masih berkembang, ia mampu melewati dua lawan dengan skor meyakinkan dan mencapai partai puncak.

Namun, final menghadirkan tantangan berbeda.

Di partai penentuan, Habibi menghadapi pebiliar Pesisir Selatan yang lebih senior dan memiliki pengalaman bertanding lebih matang. Menurut keterangan yang disampaikan mengenai pertandingan itu, keterlambatan pemain memasuki arena membuat jadwal pertandingan molor.

Panitia telah menetapkan ketentuan bahwa atlet yang terlambat memasuki arena setelah dipanggil untuk bertanding akan dikenai konsekuensi berupa tambahan satu frame bagi lawannya. Keputusan tersebut dapat diprotes melalui official tim.

Dalam pertandingan Habibi, persoalan keterlambatan itu menjadi bagian dari situasi yang mewarnai jalannya final. Namun, tidak ada official yang dapat menyampaikan protes secara langsung. Habibi akhirnya harus melanjutkan pertandingan dalam situasi yang dirasakannya kurang nyaman.

Pada akhirnya, ia mengakui keunggulan lawannya dan harus puas dengan medali perak.

Kekalahan di final tentu menyisakan kekecewaan. Namun, hasil itu tidak menghapus perjalanan yang telah dilaluinya. Habibi telah menyingkirkan dua lawan dengan skor telak, menjaga langkah hingga final, dan menunjukkan kemampuan bersaing di tengah para pebiliar yang lebih berpengalaman.

Persoalan penerapan aturan keterlambatan dalam pertandingan tersebut perlu dilihat berdasarkan ketentuan resmi dan kronologi yang dapat dikonfirmasi. Sebab, aturan yang telah ditetapkan panitia semestinya menjadi pedoman yang jelas bagi seluruh peserta.

Emas memang belum menjadi milik Habibi. Namun, ia telah membuktikan bahwa kesempatan yang diberikan kepadanya bukanlah keputusan tanpa dasar.

Baca Juga :  Tidak Terbukti Bersalah, Terdakwa Sujud Syukur Usai Majelis Hakim Memvonis Bebas 

Kepercayaan yang Berbuah Tiga Medali

Ada hal yang membuat perjalanan Habibi berbeda dari banyak atlet lain di Porprov kali ini.

Ia tidak mendapatkan tempat melalui proses seleksi. Pengurus cabang olahraga biliar Padang Panjang memilihnya berdasarkan perkembangan permainan yang terus meningkat. Ada potensi yang mereka lihat dan keyakinan bahwa kemampuan itu layak diuji dalam kompetisi tingkat provinsi.

Keputusan tersebut mengandung risiko. Porprov mempertemukan atlet dari berbagai daerah dengan kemampuan dan pengalaman yang beragam. Tidak ada jaminan bahwa atlet yang sedang berkembang akan langsung mampu bersaing.

Namun, pembinaan olahraga juga membutuhkan keberanian untuk memberikan kesempatan kepada atlet muda.

Habibi menjawab kepercayaan tersebut dengan prestasi. Dua medali perak diraihnya pada nomor bola 15 tunggal dan bola 10 ganda. Satu medali perunggu diperolehnya dari nomor bola 15 ganda.

Tiga medali itu menjadi catatan penting dalam perjalanan awalnya di Porprov.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa potensi seorang atlet dapat berkembang ketika mendapat ruang untuk bertanding. Akan tetapi, hasil ini bukan alasan untuk berhenti melakukan evaluasi. Justru, prestasi yang telah diraih perlu menjadi pijakan untuk memperkuat latihan, meningkatkan kemampuan teknik, dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya.

Sebab, menemukan atlet berbakat merupakan langkah awal. Memastikan bakat itu berkembang menjadi prestasi berkelanjutan adalah pekerjaan yang jauh lebih panjang.

Di Balik Perjuangan, Ada Ibu yang Setia Menemani

Di balik ketatnya persaingan dan ketegangan perebutan medali, ada sosok yang tidak tercatat dalam papan skor, tetapi selalu hadir dalam perjalanan Habibi: ibundanya.

Ketika official dan pelatih memiliki kesibukan masing-masing dengan pekerjaan mereka, sang ibu tetap setia menemani Habibi dalam setiap pertandingan.

Ia tidak memegang stik biliar. Ia tidak menentukan strategi atau memilih pukulan yang harus diambil anaknya. Namun, ia menyaksikan langsung perjuangan Habibi menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman.

Ia hadir ketika kemenangan membawa anaknya semakin dekat ke final. Ia juga menyaksikan ketika harapan meraih emas harus berakhir dengan medali perak.

Bagi seorang atlet muda, pertandingan bukan hanya tentang teknik dan ketepatan pukulan. Ada tekanan mental, ketegangan, kekecewaan, dan tuntutan untuk tetap tenang ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.

Dalam situasi seperti itu, dukungan keluarga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang atlet.

Sang ibu tidak dapat mengubah hasil pertandingan. Ia tidak bisa memasukkan bola ke lubang atau mengambil alih permainan ketika anaknya berada dalam tekanan.

Yang bisa ia lakukan adalah tetap hadir.

Menemani. Menyaksikan. Menguatkan.

Di atas meja, Habibi berjuang untuk meraih medali. Di sisi arena, ibunya memastikan bahwa perjuangan itu tidak harus dijalaninya sendirian.

Di balik tiga medali yang telah diraih, ada kisah tentang dukungan seorang ibu yang terus mengiringi anaknya melewati kemenangan maupun kekalahan.

Medali memang menjadi hasil yang terlihat. Namun, perjalanan seorang atlet juga dibentuk oleh orang-orang yang mendukungnya tanpa sorotan, jauh sebelum penghargaan dikalungkan.

Dua Peluang Masih Terbuka

Perjuangan Habibi di Porprov XVI Sumatera Barat belum selesai.

Pada Senin (12/10/2026) pukul 10.00 WIB, ia dijadwalkan kembali bertanding dalam nomor bola 10 tunggal putra. Alfi, pasangan gandanya, juga akan turun pada nomor yang sama.

Keduanya masih memiliki kesempatan untuk menambah koleksi medali bagi Kota Padang Panjang.

Setelah mengantongi dua perak dan satu perunggu, Habibi perlu menjaga konsentrasi, memulihkan kondisi fisik, dan mempertahankan ketenangan. Pengalaman dari pertandingan sebelumnya dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Fasilitasi Penjajakan Kerjasama PT. Jamkrida Sumbar dengan PT. BSI

Aturan pertandingan juga menuntut setiap atlet disiplin terhadap jadwal. Berdasarkan keputusan panitia, atlet yang terlambat memasuki arena setelah dipanggil akan dikenai konsekuensi tambahan satu frame bagi lawannya. Keberatan atas penerapan aturan itu dapat disampaikan melalui official tim.

Ketentuan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan atlet sekaligus peran official dalam mendampingi dan mewakili kepentingan tim selama pertandingan.

Bagi Habibi, pertandingan berikutnya bukan sekadar peluang menambah medali. Ini menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuan dan memanfaatkan pengalaman yang telah diperolehnya.

Tidak ada jaminan bahwa kesempatan itu akan berakhir dengan emas. Namun, tiga medali yang telah diraih menunjukkan bahwa dirinya mampu melangkah jauh.

Kini, perjuangannya belum selesai.

Ketika Kepercayaan Menemukan Jawabannya

Malam hari, di Hall Biliar Labewa, Padang, penyerahan medali menjadi momen tersendiri bagi para atlet yang telah menyelesaikan pertandingan.

Ketua POBSI Sumatera Barat, Irfan Amran, menyerahkan medali kepada para peraih prestasi. Habibi turut berdiri di podium dengan medali peraknya. Hadir pula Wakil Ketua KONI Padang Panjang, Bram, yang menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut.

Di balik seremoni itu, ada cerita tentang seorang atlet muda yang mendapat kesempatan bukan karena lolos seleksi, melainkan karena pengurus melihat perkembangan permainannya.

Kesempatan tersebut kemudian diuji di arena, berhadapan dengan lawan-lawan dari berbagai daerah. Hasilnya, dua medali perak dan satu perunggu berhasil diraih.

Prestasi itu layak menjadi alasan untuk terus mengembangkan kemampuannya. Habibi masih membutuhkan pengalaman, latihan, dan pendampingan agar dapat menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Sebab, seorang atlet tidak dibentuk hanya dengan memberinya kesempatan sekali. Ia berkembang ketika kesempatan itu diikuti dengan pembinaan, evaluasi, dan dukungan yang konsisten.

Habibi telah menunjukkan potensinya. Kini, tantangannya adalah memastikan potensi tersebut terus tumbuh.

Veni, Vidi, Vici

: Datang, Bertanding, Membuktikan Diri

Ada ungkapan Latin yang terkenal: Veni, Vidi, Vici—aku datang, aku melihat, aku menaklukkan.

Bagi Habibi, ungkapan itu bukan berarti seluruh pertandingan telah dimenangkannya. Ia justru menggambarkan keberanian seorang pendatang baru yang memasuki arena, menghadapi para senior, dan menunjukkan bahwa dirinya pantas bersaing.

Ia datang membawa kepercayaan pengurus. Ia bertanding, mengalahkan Pariaman 6–1 di babak delapan besar dan Payakumbuh 6–1 di semifinal. Ia mencapai final, meski akhirnya harus menerima medali perak.

Dua perak dan satu perunggu kini menjadi bagian dari catatan prestasinya. Satu pertandingan bola 10 tunggal putra masih menanti.

Habibi belum menjadi penguasa meja biliar Sumatera Barat. Namun, ia telah menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap pertandingan.

Dari Padang Panjang, kisahnya menyampaikan pesan bahwa seorang atlet tidak semestinya dinilai hanya dari lamanya pengalaman. Perkembangan, keberanian, dan kemampuannya menjawab kepercayaan juga patut diperhitungkan.

Di balik tiga medali itu, ada keputusan pengurus yang memberinya kesempatan, perjuangan seorang atlet muda, dan seorang ibu yang setia menemani setiap langkahnya.

Senin pagi, pukul 10.00 WIB, Habibi kembali menghadapi meja pertandingan dengan harapan baru.

Ia masih harus berjuang, menjaga fokus, dan menghadapi lawan dengan kemampuan terbaik. Hasil akhirnya belum dapat dipastikan, tetapi perjalanan yang telah ditempuhnya memberikan alasan untuk terus berharap.

Bagi Habibi, tiga medali bukanlah akhir dari pembuktian. Bisa jadi, inilah awal dari sebuah nama yang kelak semakin diperhitungkan di dunia biliar Sumatera Barat.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polsek Sukajadi Berhasil Amankan 2 orang Pelaku Curanmor yang Telah Beraksi di Wilkum Polsek Sukajadi.

BERITA

Rokok Ilegal Manchester Marak Beredar, BC Batam Dianggap Gagal Lakukan Pengawasan

BERITA

Asistensi Polisi RW, Kakorbinmas Baharkam Polri Apresiasi Jajaran Polda Jateng

ARTIKEL

Irwan Zuldani Sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Lingkungan

BADAN NEGARA

Berturut-turut, Wako Fadly Amran Terima Penghargaan Nirwasita Tantra Dua Kategori

ARTIKEL

Jaga Kesehatan Warga Kampung Wuyuneri, Satgas Yonif 715/Mtl Proaktif Cek Kesehatan Kerumah-Rumah

ARTIKEL

Pemko Bukittinggi Dampingi Tim Ramadhan Provinsi Sumbar Berkunjung Ke Dua Masjid Di Bukittinggi

BERITA

Tersambar Petir, Dua Penebas Durian Meninggal Terjatuh dari Ketinggian 15 meter