PadangPanjang.Sinyalnews.com-Menjelang senja di kawasan Pasar Kuliner Kota Padang Panjang, aroma gorengan hangat dan manisnya kolak biasanya menjadi penanda waktu berbuka yang semakin dekat. Para pedagang kecil berharap dagangan mereka habis sebelum beduk magrib berbunyi, sementara warga berdatangan mencari hidangan untuk berbuka puasa.
Namun pada sore itu, suasana pasar kuliner terasa berbeda.Seorang perempuan berhijab cokelat bersama rombongan ibu-ibu menyusuri satu per satu lapak pedagang takjil. Mereka tidak sekadar membeli satu dua makanan untuk dibawa pulang. Sebaliknya, hampir seluruh takjil yang tersaji di meja-meja sederhana itu justru diborong.
Dialah Maria Feronika ,Ketua TP PKK Kota Padang Panjang. Bersama jajaran Dharma Wanita Persatuan, ia turun langsung ke pasar kuliner, membeli berbagai takjil dari pedagang kecil,mulai dari gorengan, kolak, kue basah, hingga minuman segar.
Para pedagang sempat terkejut. Biasanya mereka menunggu pembeli satu per satu hingga azan magrib berkumandang. Namun kali ini, dalam waktu singkat, dagangan mereka habis.
Senyum para pedagang tak bisa disembunyikan. Bagi mereka, sore itu seperti rezeki yang datang lebih cepat dari biasanya.ini kali keduanya
Namun kisahnya tidak berhenti di pasar.
Ratusan takjil yang baru saja diborong itu kemudian dibawa ke pinggir jalan raya. Di tengah arus kendaraan yang mulai ramai menjelang waktu berbuka, Maria Feronika bersama para ibu-ibu Dharma Wanita berdiri menyapa warga yang melintas.
Pengendara motor dihentikan sejenak dan diberi bungkusan takjil. Pejalan kaki yang lewat dipanggil dengan ramah.
Buruh harian, warga biasa, hingga siapa pun yang melintas,semuanya mendapat bagian.
Tidak ada daftar nama.
Tidak ada syarat.
Tidak ada perbedaan.
Tidak ada angka desil
“Silakan Pak, untuk berbuka nanti,” ucap salah seorang ibu sambil menyerahkan bungkusan makanan dan sekotak kurma kepada pengendara motor yang berhenti di pinggir jalan.
Di antara warga yang beruntung menerima takjil itu adalah Yanti, seorang ibu rumah tangga yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.
Ia mengaku tak menyangka akan mendapat hidangan berbuka secara cuma-cuma.
“Saya hanya lewat saja, tiba-tiba dipanggil dan diberi takjil serta kurma. Rasanya senang sekali. Ramadan memang selalu membawa berkah yang tidak disangka-sangka,” kata Yanti janda beranak tiga dengan wajah berbinar.
Tak jauh dari situ, Randi, seorang warga yang melintas dengan sepeda motor, juga ikut merasakan kebahagiaan yang sama.
Ia sempat memperlambat motornya ketika melihat kerumunan di pinggir jalan. Tak lama kemudian, sebuah bungkusan takjil dan kurma sudah berada di tangannya.
“Saya kira hanya dibagikan untuk orang tertentu. Ternyata siapa saja yang lewat bisa dapat. Alhamdulillah, ini sangat membantu untuk berbuka nanti,” ujar Randi.
Sore itu, bukan hanya warga yang merasakan kebahagiaan Ramadan.Para pedagang takjil di pasar kuliner juga ikut ketiban rezeki. Dagangan mereka yang biasanya baru habis menjelang azan magrib, hari itu ludes jauh lebih cepat.
Takjil habis di pasar.
Namun keberkahannya justru mengalir ke jalanan.
Ketika langit senja mulai meredup dan beduk berbuka hampir terdengar dari masjid-masjid di Kota Padang Panjang, ratusan bungkusan takjil yang tadi menumpuk sudah berpindah tangan.
Dari pedagang kecil…
kepada warga yang melintas.
Sebuah sore Ramadan yang sederhana, namun meninggalkan satu pesan yang hangat, ketika rezeki dibagi, kebahagiaan pun ikut menyebar ke banyak hati. (Paulhendri)














