Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / POLITIK / SUMBAR

Thursday, 11 December 2025 - 07:10 WIB

Anggaran Diacak-acak, Walikota Melenggang: DPRD Meledak, Publik Gerah

Padang Panjang.Sinyalnews.com– Kegundahan semakin mendalam dirasakan DPRD Kota Padang Panjang setelah rangkaian dinamika pembahasan anggaran dinilai tidak konsisten dan berubah dari kesepakatan awal. Pemerintah kota kembali disorot karena keterlambatan pembahasan KUA-PPAS, perubahan signifikan dalam RAPBD, hingga hilangnya sejumlah pos anggaran penting bagi masyarakat.

KUA-PPAS 2025 yang seharusnya dibahas tepat waktu molor hampir sebulan. Setelah disepakati dan diketok palu, isi kesepakatan tersebut justru berubah ketika RAPBD disampaikan kembali oleh pihak eksekutif. Anggaran untuk warga kurang mampu, beasiswa, serta program pemberdayaan masyarakat mendadak menjadi nol rupiah.

Sebaliknya, sejumlah pos non prioritas justru mengalami peningkatan signifikan, termasuk anggaran PKK dan Dekranasda.

Anggota Badan Anggaran DPRD Padang Panjang, Yandra Yane, menyebut perubahan sepihak itu sebagai langkah yang tidak sesuai mekanisme. “KUA-PPAS sudah dibahas, disepakati, diketok palu. Tapi saat RAPBD muncul, banyak pos berubah bahkan hilang. Ini proses yang tidak sehat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Hendra Saputra menilai perubahan tersebut telah melemahkan fungsi dasar legislatif dalam hal budgeting.“Bantuan masyarakat nol, pokir hilang total, tapi pos lain naik. Ini soal keberpihakan anggaran. Kini fungsi budgeting dewan seperti diacak-acak

Baca Juga :  Wirid Bulanan Ajang Peningkatan Ilmu Keagamaan dan Silaturahmi ASN Kemenag Kota Padang

Tokoh masyarakat Padang Panjang, E. Gindo Sinaro, ikut memberikan kritik keras.

“Lihat saja sikap walikota. Di tengah bencana, beliau tidak berada di tempat. Baru sehari pulang, pergi lagi. Padahal sudah ada SE Kemendagri agar kepala daerah tidak keluar daerah sampai tanggal 15. Tapi itu pun tak digubris,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan semakin rumit karena jajaran internal Pemko tidak berani memberi masukan kritis. Semua orang di sekelilingnya seperti tak ada yang mau mengingatkan. Mereka mengiyakan saja, asalkan posisi aman. Sekda dan para pembisiknya membiarkan walikota berjalan semaunya,” kata Gindo.

Melihat kondisi kacau itu. Kritik tajam juga datang dari Direktur LBH Justiciabelen, Leon Simonmoechlis, yang menyoroti kekacauan proses anggaran dan lemahnya pengendalian di tingkat pimpinan.

“Pemerintahan ini seperti kapal tanpa kompas. Nakhodanya sibuk berlayar ke mana-mana, sementara gelombang di daerah sendiri sedang tinggi-tingginya,” ujarnya dengan nada satir.

Baca Juga :  Edukasi Penanggulangan Sejak Usia Dini, Siap Untuk Selamat

Leon menambahkan sindiran yang lebih keras. “Kalau aturan bisa diubah seenaknya, kesepakatan bisa dibelokkan, dan para pembantu pemimpin hanya angguk-angguk, maka jangan heran kalau anggaran untuk rakyat justru tenggelam. Yang selamat hanya mereka yang dekat dengan kemudi.”

Situasi yang memanas membuat DPRD mengambil langkah tegas. Sebanyak 20 anggota DPRD Padang Panjang menyatakan siap tidak menerima gaji selama enam bulan apabila pos-pos anggaran tidak dikembalikan sesuai kesepakatan KUA-PPAS.

DPRD menegaskan tidak akan melanjutkan pembahasan RAPBD sebelum seluruh isi kesepakatan awal dikembalikan. Hingga berita ini diturunkan, pihak eksekutif belum memberikan penjelasan resmi terkait perubahan substansial tersebut.Sementara menurut informasi dari Sekretariat DPRD ,Sabtu 13/12 -2025 ,TIm TAPD dan Tim banggar akan  melakukan rapat lagi, dan Tim anggaran akan minta penjelasan anggaran per pos anggaran yang detail .(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polres Batang Gelar Sosialisasi P4GN di Desa Dringo untuk Cegah Narkoba  

ARTIKEL

Satresnarkoba Polresta Cilacap Ungkap Tiga Kasus Narkotika dalam Sepekan

ARTIKEL

Kelurahan Alai Parak Kopi Gelar Pemilihan Ketua LPM Periode 2023-2026

BERITA

Polres Batang Tempatkan Personel untuk Pengamanan Titik Salat Idul Fitri

BERITA

Warga Desa Mata Allo Tuntut Camat Bontomarannu Lakukan Tapal Batas

BERITA

Tiba di Ambon, Kepala Bakamla RI Disambut Tari Lenso

BERITA

Panglima TNI Hadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Bahas Situasi Pasca Pemilu

BERITA

Polda Sumbar Terbitkan Ratusan STTP Kampanye Bagi Peserta Pemilu Selama Tiga Minggu