Padang Panjang SINYALNEWS.COM -Aula lantai III Balai Kota Padang Panjang terasa lebih hidup pada Senin sore 29 September 2025. Deretan kursi terisi penuh oleh pejabat, unsur Forkopimda, dan tamu undangan yang hadir menyaksikan prosesi pelantikan. Di depan, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis tampak khidmat ketika satu per satu pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPT) maju untuk dilantik.
Ada 14 nama yang resmi mengemban jabatan baru. Mereka bukan sekadar pejabat administratif, melainkan figur yang diharapkan bisa membawa perubahan nyata di tubuh organisasi perangkat daerah (OPD). Dari Martoni yang kini dipercaya sebagai Sekretaris DPRD, hingga Benny yang diberi tanggung jawab memimpin Satpol PP dan Damkar.
Di antara mereka, ada juga wajah-wajah muda dan nama-nama yang sudah lama malang melintang di pemerintahan kota. Putra Dewangga kini menahkodai Bappeda, Nofiyanti memegang kendali BPBD Kesbang, sementara Wita Desi Susanti ditugaskan membenahi Dinas PUPR yang dikenal strategis dan penuh tantangan.

Dalam sambutannya, Hendri Arnis tidak sekadar memberi ucapan selamat. Ia menekankan, jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah berat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya sudah mengenal bapak ibu cukup lama dan tahu betul posisi yang membutuhkan sentuhan tepat. Dengan keterbatasan anggaran, kita tetap dituntut untuk berkreasi tanpa menyalahi aturan. Amanah ini harus dijawab dengan kerja all out,” tegasnya.
Namun, di balik pelantikan yang penuh nuansa seremonial itu, terselip fakta lain, masih ada 10 OPD strategis yang belum memiliki kepala definitif. Kekosongan ini menjadi catatan penting, mengingat roda pemerintahan daerah membutuhkan nakhoda di setiap instansi agar program dapat berjalan optimal.
Hendri bahkan tidak menutup-nutupi kondisi itu. Ia menyebutnya sebagai “berita pahit” yang harus diterima bersama. “Dalam enam bulan ke depan, semua pejabat akan dievaluasi. Jika target tidak tercapai, jangan salahkan saya mengambil langkah tegas,” ujar Wali Kota di hadapan tamu undangan.
Kekosongan di sejumlah OPD strategis turut menuai komentar dari tokoh masyarakat. Politisi muda Padang Panjang, Leonsimoncelis, menilai kekosongan jabatan berpotensi menghambat kinerja pemerintahan.“OPD adalah ujung tombak pelayanan. Tanpa kepala definitif, program bisa jalan di tempat. Kita mendesak agar Walikota segera menuntaskan tahapan pengisian jabatan, supaya masyarakat tidak dirugikan,” ucapnya.
Nada yang sama juga datang dari pemerhati kebijakan publik, Syamsuar Dt. Rajo Mudo. Menurutnya, pelantikan 14 pejabat patut diapresiasi, tetapi publik tetap menunggu langkah konkret pemerintah kota menuntaskan kekosongan jabatan.
“Rakyat tidak mau mendengar alasan birokrasi berbelit. Yang mereka tunggu itu layanan cepat, program berjalan, dan hasil nyata,” katanya.
Wajah-wajah pejabat yang baru saja dilantik terlihat beragam. Ada yang menampakkan senyum optimis, ada pula yang tampak menyimpan beban besar di pundak. Bagi mereka, tugas sudah menanti sejak hari pertama.
Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga titik awal perjalanan baru. Apakah 14 pejabat ini mampu menjawab tantangan, menorehkan prestasi, dan membawa OPD yang dipimpinnya ke arah yang lebih baik, di tengah masih adanya 10 OPD yang kosong? Publik tentu akan menunggu jawaban, setidaknya dalam enam bulan ke depan.(Paulhendri)













