Padang. Sinyalnews.com – Zulhendri Ismed layak dapat Apresiasi Luar Biasa dari Dunia Persilatan Sumatera Barat, Seorang Tokoh Muda dari Kuranji melihatkan Prestasinya Selaku Sekretaris PPSI Sumatera Barat menjadi Ketua Pelaksana Pertunjukan Silat Tradisi Minangkabau PPSI Sumatera Barat, yang berlangsung Senin 8 Januari 2024 di Teater Tertutup FBS UNP.
Pertunjukan Silat Tradisi Minangkabau PPSI Sumatera Barat mengahdirkan 10 Perguruan Silat yang telah lulus Verifikasi oleh Tim yang dibentuk oleh Panitia Pelaksana. Kegiatan dipandu sampai selasai oleh Mia Fahmiati, M.Pd yang juga Dosen Pendidikan di FBS UNP.
Kegiatan Festival Silat Tradisi ini dibuka langsung oleh Oleh Dosen Pendidikan Tari Departemen Sentratasik FBS UNP Herlinda Mansyur, S.ST. M.SN. Dalam sambutannya menyampaikan Banyak terimaksih kepada PPSI Sumatera Barat yang mau bekerja dan bergandeng tangan dengan FBS UNP dalam mengembangkan Silek Tradisi Sumatera Barat, Bagian dari tanggung jawab kami membina sasaran Silek Tradisi yang ada di Sumatera Barat. Kami akan mengajak dan edukasi semua Mahasiswa FBS UNP bisa memahami dan mengambil nilai positif dari Silat Tradisi Sumatera Barat. dan menjadikan Agenda Tahunan kegiatan Festival Silat Tradisi ini di FBS UNP.
Pertunjukan silat tradisi minangkabau kali ini sangat laur biasa, biasanya hadir ditempat sasaran dan dihadiri oleh pecinta Silat Tradisi dari kalangan khusus saja, kali ini Zulhendri Ismed membuka lebar mata generasi Melenial dikalangan Mahasiswa Sentratasik FBS UNP. Ulas Herlinda Mansyur. 
Pertunjukan silat tradisi minangkabau PPSI Sumatera Barat ini dihadiri oleh 10 Sasaran Silek dari Kab.Kota Sumatera Barat diantaranya :
1. Singo Barantai
2. Kubang Saiyo
3. Al-Falah
4. Ain Pandeka
5. Sarai Sarumpun
6. Bujang Saiyo
7. Bujang Saiyo Balai Gadang
8. Sejudan
9. Batu Sangka
10. Tuah Sarumpun Kab.Solok
Meriahnya acara ini rombongan tamu sebagai Peserta Festival disambut oleh Gadang Tambua Arak -Arakan menuju Aula tertutup FBS UNP tempat dilaksanakan Vestifal,
Zulhendri Ismed dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival ini ditujukan untuk membudayakan budaya Silek Tradisi Sumatera Barat dikalangan Milenial terutama mahasiswa, dan meluruskan pemahaman tentang PPSI dikalangan masyarakat Pecinta Silat Tradisi Sumatera Barat, Sehingga Mahasiswa sebagai generasi penerus budaya bisa membedakan antara PPSI dangan IPSI, ulas Zulhendri Ismed
Noa panggilan Salah seorang Mahasiswa FBS menyampaikan, sangat terharu dengan kegitan Festival ini, beberapa dari Tampilan Silek sangat memukau penonton terhadap gerakan pisau yang dimainkan di tangan pesilat. Saya merasakan disini tingginya nilai yang terkandung di Silat Tradisi, Disini baru nampak apa yang kami pelajari selama ini, Ulas Noa.
Zulhendri ismet selaku Narasumber Senior menyampaikan Sangat Apresiasi yang Luar Biasa pada Penampilan Peserta Festival Silat Tradisi kali ini. Sebagai tambahan bahwa dalam latiahan ataupun festival kita menggunakan Media, bisa saja berupa Matras, sawah /lumpur, sampan, batang kelapa,. Atuaran kita jangan sampai keluar dari tempat media bermain. Harus pandai main di media yang disediakan. Manyiang diateh tumbuh, Adohnyo kito timbang dan meletakan sesuatu pada tempatnya sesuai dengan alirannya. Akrobatik kita hindari dalam silek tradisi. Silek tradisi ini akan mendunia dikalangan anak muda bersama mahasiswa Sentratasik FBS UNP , ulas zulhendri Ismed, yang juga pembina Sasaran Silek Singo Barantai itu.
Sementara Ketua PPSI Sumatera Barat Hendra Yuda, S.Pd,M.P.d, yang Juga Wakil Dekan FBS menyampaikan bahwa “Kegiatan ini digelar dalam rangka mengenalkan lebih dalam ke generasi muda terutama mahasiswa FBS UNP tentang Silat Tradisi dan Nilai Nilai apa yang dapat diambil di Silat Tradisi, jangan hanya sekedar mendengar kata “Mambangkik Batang Tarandam’ silek tradisi Minangkabau,” tegas Indra yuda.
(Putra-sgm)














