Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KESEHATAN / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Wednesday, 22 July 2026 - 21:28 WIB

Di Balik Seragam Baru, Ada Harapan yang Sedang Dijahit

Oleh : Paulhendri (wartawan )

Pagi itu, halaman Masjid Manarul ’Ilmi Islamic Centre Padang Panjang dipenuhi wajah-wajah kecil yang menyimpan beragam perasaan. Ada yang tersenyum malu, ada yang sesekali menatap sepatu baru di tangannya, dan ada pula yang tak henti-hentinya menggenggam tas sekolah yang sebentar lagi akan menemani perjalanan mereka menuntut ilmu.

Bagi sebagian anak, awal tahun ajaran baru adalah momen yang membahagiakan. Seragam baru, buku baru, dan teman-teman baru menjadi cerita yang selalu dinanti.

Namun bagi sebagian keluarga lainnya, datangnya tahun ajaran baru justru sering menghadirkan kecemasan.

Di tengah harga kebutuhan hidup yang terus meningkat, membeli seragam, tas, dan sepatu sekolah bukanlah perkara ringan. Tidak sedikit orang tua yang harus memutar otak, menunda kebutuhan rumah tangga, bahkan berutang demi memastikan anak-anak mereka tetap dapat bersekolah dengan layak.

Di wajah para orang tua yang hadir pagi itu, tersimpan kisah perjuangan yang jarang terlihat. Ada ayah yang bekerja serabutan, ada ibu yang setiap hari berdagang kecil-kecilan, dan ada pula keluarga yang harus membagi penghasilan pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan beberapa anak sekaligus.

Karena itulah, ketika satu per satu paket bantuan dibagikan, yang diterima bukan sekadar kain seragam, tas, atau sepasang sepatu.

Yang sesungguhnya dibagikan adalah rasa lega.

Sebanyak 597 paket seragam sekolah gratis disalurkan melalui Program Padang Panjang Cerdas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang, Rabu (22/7/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada 292 siswa Sekolah Dasar dan 305 siswa Sekolah Menengah Pertama, lengkap dengan seragam sekolah, seragam Pramuka, tas, serta sepatu.

Di antara ratusan penerima manfaat, Tika, salah seorang wali murid, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku sempat diliputi kecemasan menjelang tahun ajaran baru karena berbagai kebutuhan sekolah anak datang secara bersamaan.

Baca Juga :  Kilas Balik Masa Kecil Fauzi Bahar, Jualan Sayur hingga Menyewakan Buku

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami sempat bingung memikirkan biaya membeli seragam dan perlengkapan sekolah anak. Dengan adanya bantuan ini, beban kami terasa jauh lebih ringan. Mudah-mudahan anak kami bisa belajar lebih semangat dan meraih cita-citanya,” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga penerima manfaat, bantuan tersebut menjadi penyangga harapan di tengah keterbatasan ekonomi.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, memahami bahwa pendidikan tidak boleh terhambat hanya karena persoalan ekonomi.

Di hadapan ratusan siswa, ia berpesan agar bantuan tersebut dijadikan motivasi untuk belajar lebih giat dan menggapai cita-cita.

“Rajinlah belajar, terus memperbaiki diri, dan jadilah anak-anak yang berakhlak baik. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat untuk meraih cita-cita serta membanggakan orang tua, sekolah, dan Kota Padang Panjang,” pesannya.

Ucapan itu sederhana, namun mengandung pesan yang dalam: bahwa setiap anak, apa pun latar belakang ekonominya, memiliki hak yang sama untuk bermimpi.

Ketua PWI Kota Padang Panjang, Supriyanto, menilai program tersebut bukan sekadar kegiatan penyaluran bantuan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial dalam menjaga masa depan generasi muda.

“Seragam sekolah mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Tetapi bagi keluarga kurang mampu, ini adalah simbol perhatian dan harapan. Pendidikan tidak boleh menjadi barang mewah yang hanya bisa diakses oleh mereka yang mampu. Program seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah dan Baznas hadir untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai masa depan,” katanya.

Menurut Supriyanto, pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari seberapa besar perhatian terhadap masa depan anak-anaknya.

“Sebab di balik seragam baru itu, ada mimpi-mimpi besar yang sedang dirawat. Bisa jadi dari anak-anak inilah kelak lahir guru, dokter, ulama, pemimpin, maupun tokoh-tokoh yang akan membawa nama baik Padang Panjang di masa depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pangkogabwilhan II Cek Langsung Kesiapan Batalyon Komposit PRCPB Kodam XIV/Hsn

Di kota kecil berhawa sejuk ini, pendidikan memang selalu menjadi identitas yang dijaga. Dan di tengah berbagai tantangan ekonomi masyarakat, kehadiran pemerintah daerah bersama Baznas mencoba memastikan tidak ada anak yang merasa rendah diri hanya karena tidak memiliki seragam baru saat memasuki sekolah.

Ketua Baznas Kota Padang Panjang, Novi Hendri, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui Baznas.

Dana yang terkumpul dari ASN, pegawai instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga para dermawan itu kemudian kembali kepada masyarakat dalam bentuk investasi yang paling berharga: pendidikan.

Sebab pendidikan bukan hanya soal ruang kelas dan buku pelajaran.

Pendidikan adalah jalan panjang untuk memutus rantai kemiskinan.

Ia adalah jembatan yang memungkinkan seorang anak dari keluarga sederhana bermimpi menjadi guru, dokter, ulama, pemimpin, atau apa pun yang mereka cita-citakan.

Pagi itu, mungkin tidak semua anak memahami makna besar dari bantuan yang mereka terima.

Mereka hanya tahu bahwa kini mereka memiliki seragam baru untuk dikenakan pada hari pertama sekolah.

Namun di balik seragam yang masih rapi dan belum terlipat itu, sesungguhnya sedang dijahit sebuah harapan besar: bahwa tidak boleh ada satu pun anak di Padang Panjang yang kehilangan masa depan hanya karena orang tuanya tidak mampu membeli perlengkapan sekolah.

Dan ketika langkah-langkah kecil mereka nanti memasuki ruang kelas dengan seragam baru itu, sesungguhnya yang sedang berjalan bukan hanya ratusan siswa.

Tetapi juga harapan sebuah kota, yang percaya bahwa masa depan terbaik selalu dimulai dari memastikan setiap anak dapat bersekolah dengan layak.(*)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Wakil Wali Kota Padang Apresiasi Kemenag Padang Gelar Peaceful Muharram 1447: Lebaran Yatim, Difabel, dan Dhuafa

ARTIKEL

Kuota Haji Indonesia Tahun ini 221.000 Jamaah. Tak Ada Batasan Umur

ARTIKEL

Meriahkan HUT RI Ke 78 Warga Perum Pesona Gria 3 Kabupaten Pekalongan Selenggarakan Senam Bersama

BADAN NEGARA

Azhar Latif Siap Perjuangkan Keadilan dan UMKM untuk Perokonomian Masyarakat Sumbar

BERITA

Aksi Bela Palestina Masih Berlanjut” ASN, Guru dan Pelajar Sumbang Rp89 Juta untuk Palestina

ARTIKEL

WAHAI KAUM MUSLIMIN, BERHENTILAH MENGISTIMEWAKAN MALAM TAHUN BARU KENDATI DENGAN SHALAWAT DAN DZIKIR Oleh: Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa حفظه الله (Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia / MUI Sumbar)

ARTIKEL

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo dalam Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru

BERITA

Terkait Viralnya Pemberitaan Buruknya Pelayanan RSUD, Novi Hendri Minta Pemko Evaluasi Total RSUD